Sekilas Info

Terdakwa Pembunuhan di Air Mata Cina Ambon Akui Tusuk Korban Sebanyak 10 Kali Karena Ini

satumalukuID/Istimewa Suasana sidang kasus pembunuhan di Air Mata Cina, Kecamatan Nusaniwe Ambon. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri, Kota Ambon, Senin (21/6/2021).

satumalukuID- Jefry Safry Leinussa, terdakwa kasus pembunuhan ini mengaku nekat menusuk korban Jhon sebanyak 10 kali di kos-kosan kawasan Air Mata Cina, RT 003 RW 002, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Pengakuan terdakwa secara gamblang ini disampaikan dalam sidang yang digelar secara virtual dan non virtual di Pengadilan Negeri Kota Ambon, Senin (21/6/2021).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Herberth Dadiara ini, dipimpin ketua majelis hakim Lutfi Alzagladi, dibantu Jenny Tulak dan Feliks R. Wuisan.

Kepada majelis hakim, terdakwa mengaku menusuk korban menggunakan senjata tajam sebanyak 10 kali. Pertama mengenai rusuk kiri, dada dan leher korban.

"Sebanyak 10 kali saya tusuk tubuh korban yang mulia. Saat itu korban langsung tak berdaya lalu dilarikan ke rumah sakit baru korban meninggal dunia," ucapnya.

Terdakwa mengaku tidak merencanakan aksi penikaman terhadap korban. Peristiwa itu dilakukan karena balas dendam. Sebab, pada saat itu terdakwa dianiaya duluan oleh korban.

Ia menyebutkan, kejadian naas itu berawal ketika mengantar korban ke kamar kostnya untuk beristirahat. Keduanya usai mengkonsumsi minuman keras (miras).

Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba memukul terdakwa menggunakan benda tajam. Pukulan korban mengenai dahi dan belakang kepala terdakwa hingga mengalami luka robek.

"Saya tidak tahu tiba-tiba korban pukul saya dengan benda tajam mengenai testa (dahi) dan bagian belakang kepala. Saat itu kepala saya langsung berdarah," kata dia.

Usai mengantar korban di kamar kosnya yang berada di lantai atas, terdakwa kemudian turun ke bawah untuk membersihkan darah yang keluar akibat luka robek yang dialaminya.

Setelah membersihkan luka, terdakwa kembali naik menemui korban yang berada di kamar kosong. Kamar itu berada di depan kamar korban.

Saat itu terdakwa melihat teman korban sedang memegang pisau. Terdakwa lalu merampas pisau tersebut dan berjalan menuju korban yang saat itu dalam posisi berdiri.

"Saya lalu dorong korban terjatuh lalu langsung menikam dia," ungkapnya.

Terdakwa menusuk korban berkali-kali hingga bersimbah darah. Atas perbutannya itu, terdakwa mengaku sangat menyesal karena telah menghilangkan nyawa temannya tersebut.

"Saya menyesal yang mulia. Saya mohon agar majelis hakim meringankan hukuman saya," pintanya.

Usai mendengar keterangan terdakwa, sidang akhirnya kembali ditunda hingga Senin (28/6/2021) mendatang dengan agenda tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Sebelumnya, JPU Beatrik N Temmar dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa tepatnya 1 Januari 2021 sekitar pukul 12.30 WIT.
Kejadian itu terjadi tepatnya di dalam kamar kosong dekat kamar kos milik korban yang berada di kawasan Air Mata Cina.

Awalnya, terdakwa bersama korban Jhon, saksi Frits dan Topan mengkonsumsi minuman keras. Karena korban sudah mabuk, terdakwa bersama rekannya Frits membawa korban ke lantai II kamarnya untuk istirahat.

Saat tiba di lantai II, korban tidak tahu mengapa memukul kepala terdakwa menggunakan benda tajam mengenai pelipis kiri dan kepala terdakwa hingga terluka.

Karena tidak puas dengan tindakan korban, terdakwa kembali naik ke lantai II lalu mengambil sebilah pisau yang berada di samping korban kemudian menusuk tubuh korban mengenai rusuk kiri, leher dan dada korban secara beruntun hingga korban tewas.

"Perbuatan terdakwa didakwa melanggar Pasal 338 dan 351 ayat (3) KUHP," kata JPU dalam berkas dakwaannya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!