Sekilas Info

Euro 2020: Italia Sempurna, De Oranje Tak Remehkan Makedonia Utara, Grup “Neraka” Membara Hingga Akhir

Euro 2020, De Oranje, Belanda, Italia, Grup Neraka

satumalukuID - Putaran final Euro 2020 mulai memasuki fase akhir pertandingan grup. Dimulai dari Grup A yang sudah selesaikan tiga pertandingan. Nanti malam disusul oleh laga akhir Grup B dan juga C.

Hasil di Grup A, Italia mampu tampil sempurna dengan meraih 9 poin atau sapu bersih tiga laga. Bukan saja poin penuh. Skuat asuhan Roberto Mancini itu juga sukses cleen sheet alias tidak kebobolan. Yaitu pukul Turki 3-0, Swiss 2-0 dan Wales 1-0.

Sukses Chellini, Bonucci dkk tersebut sekaligus bikin mereka menyamai rekor timnas nya yang sudah bertahan 82 tahun lalu. Yakni rekor lama Gli Azzurri tak terkalahkan di 30 laga terakhir. Dulu Timnas Italia sempat mengukir rekor 30 laga tak terkalahkan pada 1935 hingga 1939 ketika dilatih oleh Vittorio Pozzo.

Pencapaian tersebut menjadi hasil terbaik yang pernah dirasakan Italia dan itu hanya bisa dilakukan saat La Nazionale era Pozzo. Namun, kini Mancini sukses menyamai jaman Pozzo karena juga berhasil membuat Italia tak terkalahkan di 30 pertandingan terakhir mereka.

Sementara itu, timnas Belanda yang sudah meraih poin 6 dari hasil dua kemenangan, nanti malam akan memainkan laga terakhirnya lawan Makedonia Utara.

Partai tersebut tidak berpengaruh lagi untuk Memphys Depay, Wijnaldum dkk. Pasalnya, apapun hasilnya Belanda sudah merebut satu tiket 16 Besar dari Grup C. Namun kubu tim Oranye tidak mau meremehkan lawan nya itu yang tidak punya peluang lolos lagi.

Frank de Boer, pelatih Timnas Belanda, menyebut Goran Pandev sebagai salah satu kekuatan utama bagi Makedonia Utara. Maka, duel pemungkas ini berpotensi menjadi panggung bagi Pandev sebelum mengakhiri karier profesionalnya.

"Makedonia Utara layak berada di sini. Mereka telah melakukannya dengan sangat baik serta terorganisir. Dan ada Pandev yang bisa membuat perbedaan. Saya merasa senang dapat melihatnya masih bermain hingga menjadi bagian penting negaranya. Kami tidak bisa meremehkan mereka," kata Frank de Boer.

Sedang pelatih Makedonia Utara, Igor Angelovski, mengatakan, "Melawan Ukraina, kami adalah Makedonia Utara yang sebenarnya, dan menunjukkan bahwa kami pantas berada di Piala Eropa. Beginilah seharusnya kami bermain melawan Belanda. Kami ingin tampil nyata menunjukkan dan mudah-mudahan mengambil poin pertama kami dari turnamen," ujar Igor.

Sementara itu, persaingan di Grup F atau disebut-sebut sebagai grup "neraka" masih terus membara. Pasalnya, belum ada tim yang juara grup maupun sudah lolos ke 16 Besar. Ini karena terjadi kejutan saat Hungaria mampu tahan Prancis 1-1 serta Jerman labrak Portugal 4-2.

Dengan hasil itu. Maka klasemen sementara adalah peringkat pertama Prancis poin 4. Posisi kedua Jerman poin 3, disusul Portugal poin 3 dan keempat Hungaria poin 1. Semua tim masih berpeluang lolos.

Di pertandingan terakhir Rabu malam nanti, Prancis dan Portugal bentrok dalam partai "hidup mati". Bila Portugal kalah maka mereka gagal lolos dan Prancis juara grup dengan poin 7. Namun bila Portugal menang maka Prancis masih menunggu penentuan empat tim peringkat 3 terbaik untuk masuk kuota 16 Besar. Tetapi bila draw, maka Prancis lolos poin 5, sedangkan Portugal poin 4 yang menanti kuota peringkat 3 terbaik.

Namun skenario itu terjadi, juga harus melihat hasil partai Jerman vs Hungaria. Sebab bila Jerman menang dan Prancis yang draw atau kalah, maka Jerman lah yang juara grup dengan poin 6. Sedangkan kalau Jerman Hungaria draw, maka Jerman tetap berpeluang lolos sebagai runner up atau peringkat tiga terbaik. Tetapi bila Hungaria yang menang peluangnya terbuka untuk lolos, sedangkan Jerman tersingkir.

Dari skenario di atas. Pertarungan sengit bakal terjadi sepanjang 90 menit plus waktu tambahan. Karena itu, pantaslah Grup F disebut sebagai grup "neraka". Lantaran persaingan masih membara hingga laga ketiga atau terakhir.

Terpisah dari penjelasan di atas. Penulis melihat kiprah Belgia sebagai timnas peringkat 1 FIFA di Grup B juga layak diberi apresiasi. Mereka datang ke Euro 2020 dengan skuat bertabur bintang. Mulai dari kiper Courtois, Kevin de Bruine, Eden Hazzard, Romelus Lukaku, Witzel, Mertens, Benteke, Batsuayai, Thomas Vermaelen, Jan Vertonghen dan lainnya.

Anak-anak asuhan pelatih Roberto Martinez tersebut tetap konsisten dan bertahan di peringkat 1 FIFA selama dua tahun. Prestasi terbaik Belgia di Euro yaitu runner up di edisi 1980 dan perempatfinal 2016. Sedangkan di Piala Dunia 2018, mereka mampu menjadi semifinalis atau 4 Besar.

Meski masih sisakan partai ketiga. Tapi Belgia sudah lolos ke 16 Besar. Itu berbekal dua kali kemenangan mereka 3-0 atas Rusia dan kalahkan Denmark 2-1. Laga terakhir Belgia ketemu Finlandia.

Mari kita tunggu hasil pertarungan krusial di masing-masing grup. Masih adakah kejutan? Atau mungkin rekor-rekor baru lainnya? Yang pasti bola belum ceper atau lonjong. Bola masih bundar. Salam sportifitas. (novi pinontoan)

Baca Juga

error: Content is protected !!