Sekilas Info

Wakil Menteri Agama Ingatkan Perketat Protokol Kesehatan Meski Sudah Divaksin

satumalukuID/Husen Tosuta Proses vaksinasi massal secara gratis di Tribun Lapangan Merdeka Kota Ambon.

satumalukuID - Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Zainut Tauhid Sa'adi mengungkapkan, ada banyak masyarakat yang menjadikan Covid-19 sebagai dagangan politik dengan mengkapitalisasi kondisi. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Covid itu hanya konspirasi dagang dan sebagainya.

"Kita harus luruskan soal kekeliruan terhadap Covid ini. Karena fakta bahwa banyak masyarakat yang meninggal akibat justru karena terpapar Covid-19 ini," ujar Wamenag Zainut, saat berada di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Jumat (18/6/2021).

Dia juga mengingatkan, bahwa seseorang yang sudah divaksin, tidak menjamin bahwa orang tersebut kebal terhadap virus Corona.

Baca Juga: Pemkot Ambon Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial

Itu sebabnya, kata Zainut, pemerintah selalu memberikan imbauan agar masyarakat terus memperketat dan meningkatkan protokol kesehatan (prokes).

Zainut sendiri bahkan pernah terpapar Covid-19, padahal sebelumnya dia telah divaksin. Dia mengaku, kala itu, dia bersama istrinya terpapar Covid sehingga harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

“Setalah 14 hari menjalani karantina, saya dan istri dinyatakan negatif, setelah menjalani uji swab. Jadi ingin saya katakan, meski sudah divaksin, kita harus tetap jaga protokol kesehatan. Karena tidak menjamin tingkat efektif vaksin itu tinggi," imbaunya.

Dia juga meminta para dosen maupun tokoh agama, untuk ikut memberikan informasi kepada masyarakat, terkait dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Zainut juga mengajak para dosen maupun tokoh agama, agar selalu mengedukasi untuk meningkatkan protokol kesehatan.

5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!