Sekilas Info

Yosep Akhirnya Ditetapkan Tersangka Pembakaran Asrama SPK di Kudamati Ambon

satumalukuID- Yosep Mancini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Ia sengaja membakar gedung asrama Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) di Kudamati, Kota Ambon pada Minggu malam (13/6/2021).

Yosep yang sempat kabur usai membakar tumpahan bensin hingga merembet menghanguskan seisi gedung asrama tersebut telah resmi ditahan di rumah tahanan Polsek Nusaniwe.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izaac Leatemia, mengatakan, tim penyidik menetapkan Yosep sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi. Dua diantaranya saksi korban kebakaran. Termasuk tersangka.

"Telah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi dan 2 saksi Korban dan juga  tersangka (Yosep Mancini)," kata Izaac kepada wartawan di Ambon, Selasa (15/6/2021).

Yosep, lanjut Izaac disangkakan telah melanggar Pasal 187 ayat 1e KUHP. Ayat ini menyebutkan barang siapa dengan sengaja menimbulkan ledakan, kebakaran atau banjir diancam pidana penjara paling lama 12 tahun bila perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi umum dan bagi barang.

"Yang bersangkutan telah di tahan di Rutan Polsek Nusaniwe," tandasnya.

Baca juga; Yosep Bakar Tumpahan Bensin Merembet Hanguskan Asrama SPK dan Dua Unit Sepeda Motor di Kudamati Ambon

Baca juga; Polisi Dalami Motif Pelaku Bakar Tumpahan Bensin Berujung Asrama Sekolah Perawat Kudamati Terbakar

Sebelumnya diberitakan, gedung asrama Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) yang berada di Jalan Dr. Kayadoe, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ludes terbakar, Minggu malam (13/6/2021).

Kebakaran asrama yang kini ditempati empat kepala keluarga ini akibat ulah Yosep Mancino. Ia sengaja membakar tumpahan bensin yang berceceran di tanah hingga merembet membakar seisi gedung pada pukul 21.30 WIT.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izaac Leatemia, mengungkapkan, peristiwa itu berawal ketika Yulius Refan (43), salah satu penghuni asrama tersebut, sedang menyiapkan dagangannya berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium ini.

Saat sedang menyiapkan dagangan minyak eceran yang akan dijual di depan jalan, tiba-tiba datang pelaku Yosep Mancino. Kala itu, Yulius sedang mengisi minyak dalam botol berukuran 1 liter.

"Saat itu pelaku datang dan melihat bensin yang tertumpah di tanah. Dia lalu  berkelakar sambil mengatakan "Beta Tes Bakar E" (Saya coba bakar ya)," kata Izaac mengutip keterangan korban Yulius Refan.

Mendengar ucapan pelaku, pria berusia 43 tahun ini melarangnya. Namun pelaku tidak menghiraukan larangan korban. Ia nekat mengambil korek api dari sakunya dan kemudian membakarnya.

"Pelaku mengutik korek api dan langsung api menjalar di sekitar TKP dan menghanguskan sekitar 60 liter BBM dan juga menghanguskan tempat sekitar," katanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!