Sekilas Info

Uang Tunai 2,6 Miliar, 11 Rumah dan 8 Mobil Hasil Korupsi Dana Nasabah BNI Ambon Dirampas Negara

satumalukuID/Husen Toisuta Penyitaan barang bukti kasus korupsi dana nasabah BNI Ambon yang berlangsung di Aula Kantor Kejari Kota Ambon, Selasa (15/6/2021).

satumalukuID- Uang tunai sebesar Rp2.663.200.000, 11 bangunan rumah, 8 unit kendaraan roda empat, dan sebuah cincin berlian yang disita dalam kasus korupsi dana nasabah Kantor Cabang Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Ambon, akhirnya dirampas untuk negara.

Penyitaan terhadap Barang Bukti (BB) tersebut dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) atau yang sudah berkekuatan hukum tetap. Di mana, Faradhiba Jusuf alias Fara dan kawan-kawan dinyatakan terbukti meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama.

"Dalam putusan tersebut, para terdakwa ini juga diputus telah melanggar Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) secara bersama-sama," kata Kepala Kejari Ambon, Dian Frits Nalle, kepada wartawan dalam konferensi pers di Aula Kantor Kejari, Kota Ambon, Selasa (15/6/2021).

Menurut Frits, dalam putusan MA Nomor 919/K/Pid/Sus/2021 tanggal 3 April 2021, menyebutkan putusan terhadap enam orang terpidana. Di antaranya Fara, Marchel Muskita alias Ace, Christiantus Rumalewang alias Gress, Joseph L Maitimu alias Ocep, Andi Yohesrizal Yahya alias Calu, dan Soraya Pelu alias Ola.

Sementara untuk perkara lainnya atas nama Wiliam Ferdinandus, kata Frits, berdasarkan putusan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Ambon tanggal 5 Oktober 2020, pihaknya sudah melakukan eksekusi terhadap yang bersangkutan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Klas IIA Ambon.
"Eksekusi dilakukan pada tanggal 20 November 2020, dengan pidana penjara selama 15 tahun, denda 500 juta, subsider 3 bulan kurungan penjara," tambahnya.

Untuk terdakwa lainnya yakni Tata Ibrahim alias Tata, Frits mengaku hingga saat ini masih dalam proses Kasasi di MA. Yang bersangkutan masih berada di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA Ambon.

Mengenai enam terpidana awal dalam kasus korupsi dana nasabah BNI Ambon tersebut, Frits mengaku mereka mendapat putusan bervariasi berdasarkan putusan MA.

Untuk Fara sendiri diputus mendapat hukuman penjara selama 20 tahun, denda Rp.1 miliar, dan dikenakan tambahan uang pengganti sebesar Rp.22.540.000.000.

Sedangkan untuk terpidana Ace divonis selama 7 tahun penjara dan denda Rp.200 juta. Sementara Gress, diputus 18 tahun penjara, denda Rp.500 juta.

"Untuk terpidana Gress sudah dieksekusi di Lapas Klas IIA Ambon pada tanggal 18 Mei 2021," katanya.

Putusan 18 tahun penjara juga dialami oleh terpidana Ocep. Ia juga dikenakan denda Rp.500 juta, dan sudah dieksekusi ke Lapas Klas IIA Ambon pada 18 Mei 2021.

"Untuk terpidana Calu divonis 7 tahun, dan dieksekusi pada 18 Mei 2021. Sedangkan Ola divonis 15 tahun, denda 500 juta, dan sudah dieksekusi pada 19 Mei 2021," sebutnya.

Frits mengungkapkan, putusan denda terhadap para terpidana akan terus diupayakan sebagai bentuk penyelamatan kerugian keuangan negara.

"BB ini (11 rumah dan 8 mobil) juga akan diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti atas nama terpidana Fara. Nanti kita melalui proses lelang, dan diperhitungkan sebagai uang pengganti," terangnya.

Sementara uang tunai sebesar Rp.2.663.200.000 ini, disita dari terpidana Fara sebesar Rp.1.598.200.000. Sisanya milik Gress disita sebesar Rp.50 juta, dan Calu Rp.35 juta.

Uang miliaran rupiah itu juga merupakan kumpulan hasil sita dari Nathalia Kilikily sebesar Rp.340 juta, Frengky Akerina Rp.100 juta, Abdul Rp.30 juta, Herman Jems Rp.17.500.000 dan Rp.20 juta dari Wiliam Ferdinandus.

"Uang tunai tersebut dirampas oleh negara. Totalnya Rp.2.663.200.000. Hari ini uang BB akan di setor ke rekening kas negara yang berada di BRI," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!