Sekilas Info

Polisi Dalami Motif Pelaku Bakar Tumpahan Bensin Berujung Asrama Sekolah Perawat Kudamati Terbakar

Foto: daniel leonard/ant Polsek Nusaniwe masih memeriksa oknum pelaku diduga membakar tumpahan BBM jenis premium pada sebuah kios penjualan BBM eceran di Jalan dr, Kayadoe Ambon hingga mengakibatkan asrama Sekolah Perawat Kesehatan Ambon ikut terbakar. (14/6/2021).

satumalukuID - Polisi sedang memeriksa Joseph Mancino, oknum pelaku yang diduga membakar tumpahan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium pada sebuah kios bensin eceran di Jl.dr. Kayadoe Ambon sehingga menyebabkan asrama Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Ambon ikut terbakar.

"Belum diketahui pasti apa motif oknum pelaku hingga membakar tumpahan bensin dan merembet ke asrama SPK pada Minggu, (13/6/2021) malam sekitar pukul 21:30 WIT, tetapi dia masih menjalani pemeriksaan usai diamankan di Polsek Nusaniwe," kata Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, Ipda I. Leatemia di Ambon, Senin (14/6/2021).

Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara, termasuk Yulius Refan (43) selaku pemilik kios bensin eceran tersebut.

Menurut Leatemia, saksi Refan menuturkan kalau awalnya dia sementara melayani penjualan BBM jenis premium eceran di tepi jalan.

"Saksi ketika itu sedang mengukur takaran BBM tersebut ke dalam sebuah botol bekas air mineral berukuran satu liter dan ada BBM yang tertumpah di tanah,"ujarnya.

Kemudian datanglah Josep Mancino mendekati saksi sambil berkelakar mengatakan bahwa dirinya ingin mencoba membakar BBM yang tertumpah dan sempat dilarang oleh saksi karena berbahaya.

Tetapi larangan saksi tidak dihiraukan pelaku dan langsung menyalakan koreknya di atas tumpahan BBM sehingga nyala api serentak menjalar di sekitar kios bensin eceran tersebut yang terdapat sekitar 60 liter BBM.

Setelah melakukan perbuatan tersebut, Josep Mancino langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Fanny Tahalea (40), seorang penghuni asrama SPK yang sementara tidur dikagetkan setelah mendengar bunyi ledakan dari kamar sebelahnya sehingga dia memanggil anak-anaknya untuk menyelamatkan diri.

Melihat kobaran api yang semakin membesar, warga sekitar berusaha melakukan pemadaman secara manual sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Ambon.

Baca Juga

error: Content is protected !!