Sekilas Info

Jerat Tujuh Tersangka Lain di Kasus Penipuan Yayasan Anak Bangsa, Nilai Kerugian Naik Menjadi Rp.5,6 Miliar

satumalukuID/Husen Toisuta Tersangka Joseba F. Kelbulan dan Lambert W. Miru, Ketua dan Sekretaris Yayasan Anak Bangsa (rompi oranye) tampak sedang menunjukan paket yang diduga isi uang ternyata kertas putih kepada puluhan korban penipuan mereka saat konferensi pers yang digelar Polda Maluku di Mapolda Maluku, Kota Ambon, Senin (10/5/2021).

satumalukuID- Selain Josefa F Kelbulan dan Lambert W. Miru, Ketua dan Sekretaris Yayasan Anak Bangsa (YAB) ini, penyidik Ditreskrimum Polda Maluku kembali menjerat tujuh orang tersangka lainnya.

Ketujuh tersangka yang belum dijerumuskan ke dalam penjara ini yaitu Supici Leky alias Ice, Lendy Latuputty, Bidari, Ongen Miru, Berti Miru, Andreas, dan Lucas Patalla.

"Ditreskrimum kembali menetapkan tujuh (7) tersangka dalam kasus penipuan yang dilakukan oleh yayasan anak bangsa," ungkap Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Rum Ohoirat, Minggu (13/6/2021).

Tujuh tersangka itu diketahui sebagai pengurus atau relawan YAB. Mereka diduga turut membantu aksi kejahatan penipuan yang merugikan masyarakat sebesar Rp.5,6 miliar.

"Jumlah tersangka kasus penipuan YAB semuanya 9 orang. Ada penambahan 7 tersangka baru. 4 orang pengurus dan 3 orang relawan," kata Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno.

Baca juga; Hanya Kuasai 400 Juta dari 4 Miliar, Ketua YAB Yakin Anak Buahnya Terlibat, Polisi Diminta Periksa Para Relawan

Baca juga; Polda Maluku Gelar Perkara Kasus Penipuan YAB, Tersangka Akan Disangkakan UU TPPU

Menurutnya, kasus itu sebelumnya memiliki nilai kerugian sebesar Rp.4,6 miliar. Namun berdasarkan perhitungan lanjutan sebagaimana keterangan saksi-saksi bertambah menjadi Rp.5,6 miliar.

Menyoal terkait dua tersangka sebelumnya yang merupakan pasangan suami istri tersebut, Sih Harno mengaku mereka masih dalam tahap pemberkasan.

"Berkas dua tersangka awal belum dilimpahkan ke Jaksa. Masih dalam pemberkasan," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!