Sekilas Info

Sindikat Pemalsuan Rapid Antigen di Buru, Polisi Incar Tersangka Lain

satumalukuID/Istimewa Kapolres Pulau Buru AKBP. Egia Febri Kusumawitmaja (tengah), saat memberikan keterangan pers pengungkapan kasus pemalsuan rapid test antigen di Markas Polres Pulau Buru, Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (11/6/2021).

satumalukuID- Aparat Polres Pulau Buru masih terus mengincar tersangka lain dalam kasus pemalsuan surat keterangan Rapid Test Antigen di Namlea, Kabupaten Buru.

Siapa orang yang bakal menyusul tiga tersangka sebelumnya yaitu oknum petugas Satpol Pp, dan dua karyawati Apotik Marini Farma belum diketahui. Pastinya, kasus tersebut masih terus dikembangkan.

Tiga tersangka yang sudah ditetapkan dalam kasus itu yakni SS, oknum Satpol Pp Kabupaten Buru, dan dua karyawati Apotik Marini Farma yakni IS dan SM.

"Kasus ini masih terus kita kembangkan," ungkap Aipda MYS Djamaludin, Paur Subbag Humas Polres Pulau Buru, saat dihubungi satumaluku.id melalui telepon genggamnya, Sabtu (12/6/2021).

Terkait dengan dugaan keterlibatan oknum dokter yang bertugas di apotik Marini Farma, Djamaludin mengaku masih dalam penyelidikan.

"Kita belum bisa pastikan ada tersangka lain. Intinya kasus ini masih kita kembangkan," terangnya.

Baca juga; Tiga Sindikat Pemalsuan Surat Rapid Antigen di Buru Diringkus Polisi, Satu Diantaranya Oknum Satpol Pp

Kasus itu sendiri terkuak setelah tim penyidik Polres Pulau Buru mendapat informasi dari masyarakat. Tim dengan nama Marsegu ini mendapat informasi kejahatan tentang harga dan pembuatan surat rapid test antigen yang tidak sesuai dengan prosedur sebenarnya pada Rabu (9/6/2021).

Mendapat informasi kejahatan tersebut, tim yang dipimpin Bripka Hasan Lessy melakukan penyelidikan. Hasilnya, nama oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol Pp) Kabupaten Buru berinisial SS pun dikantongi.

SS diketahui sering menjadi calo pembuatan rapid antigen palsu dengan iming-iming agar surat yang dibuat cepat dikeluarkan dan tanpa mengikuti prosedur berlaku.

Setelah berhasil mengumpulkan informasi terkait peran SS, tim bergerak menuju rumahnya di Kompleks Dervas, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru. Ia kemudian diamankan.

Dari mulut SS, penyidik kembali mengamankan dua tersangka perempuan. Yaitu IS dan SM di apotik Marini Farma, Namlea.

Tiga tersangka dijerat menggunakan Pasal 263 ayat (1) KUHP Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP dengan ancaman pidana 6 Tahun penjara.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!