Sekilas Info

Gubernur Desak Segera Tuntaskan Pembangunan Rumah Rusak Akibat Gempa Maluku, Jumlahnya 17.146 Unit

satumalukuID- Gubernur Murad Ismail mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku sebagai instansi yang mengkoordinasikan penanganan bencana, untuk segera melakukan upaya percepatan penyelesaian pembangunan rumah warga rusak akibat bencana gempa bumi 6,5 SR pada tahun 2019 lalu.

Permintaan itu secara tegas disampaikan Murad saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantauan dan Evaluasi Terpadu Perbaikan Rumah Rusak Akibat Bencana Gempa Bumi Tahun 2019 Provinsi Maluku. Rakor berlangsung di lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Kamis (10/6/2021).

"Saya tegaskan segera dibuat target penyelesaian pembangunan rumah warga yang rusak akibat dampak bencana gempa bumi 2019 lalu. Dan saya minta progresnya segera dilaporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” pintanya.

Sebagai kepala daerah, mantan Komandan Korps Brimob Polri ini mengaku ikut bertanggungjawab atas pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan pasca bencana gempa bumi yang melanda wilayah ini.

"Setelah dana dikucurkan ke Maluku, saya di telepon sama Pak Doni Monardo (Kepala BNPB RI). Beliau meminta agar pelaksanaannya benar-benar diawasi, karena ini uang negara. Saya juga ingatkan agar dilaksanakan sesuai dengan apa yang mereka (BNPB) minta,” kata Gubernur mengingatkan.

Murad berharap rakor ini merupakan upaya rekonsiliasi dan perencanaan, sehingga harus memberikan dampak nyata, terarah, dan cepat, agar dapat ditempati masyarakat korban bencana.

Jenderal bintang 2 Purnawirawan Polri ini juga meminta agar fungsi kerja dan manajemen pengelolaan dana BPBD baik Provinsi, Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Barat (SBB) perlu dioptimalkan dengan baik. Ini agar pengelolaan anggaran dapat tepat sasaran.

“Saya mengajak para pihak yang hadir, agar menindaklanjuti semua arahan yang akan disampaikan oleh BNPB dengan percepatan yang terukur dan dengan akuntabilitas yang jelas," pintanya.

Mantan Kapolda Maluku ini juga merinci data kerusakan rumah yang sudah di evaluasi Pemerintah Daerah. Terdapat sebanyak 17.146 unit rumah yang mengalami kerusakan setelah gempa.

Kerusakan itu mencakup rumah rusak berat, sedang dan ringan pada tiga wilayah terdampak. Yaitu Kota Ambon, Kabupaten Malteng dan SBB.

Total rumah yang mengalami kerusakan di Kabupaten Malteng berjumlah 14.366 unit. Diantaranya rusak berat 1.250 unit, sedang 2.206 unit dan ringan 10.910 unit.

Kabupaten SBB, rumah terdampak gempa berjumlah 1.326 unit. Rusak berat 263 unit, sedang 400 unit, ringan 662 unit. Sedangkan Kota Ambon, rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 1.454. Rumah rusak berat 284 unit, sedang 343 unit dan ringan 827 unit.

Untuk diketahui, Rakor turut dihadiri Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI, Johny Sumbung dan staf ahli, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, Sekda Maluku Kasrul Selang, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Bupati Malteng Abua Tuasikal serta sejumlah pihak terkait.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!