Sekilas Info

Terdakwa yang Ambil Paket Narkoba pada Jasa Penitipan Barang di Ambon Dihukum 6 Tahun Penjara

Foto: Daniel Leonard/ant Residivis kasus narkoba Bertho Tahapary (46) divonis 6,5 tahun penjara oleh majelis hakim PN Ambon yang diketuai Christina Tetelepta SH dan didampingi Lucky Rombot SH serta Hamzah Kailul SH selaku hakim anggota, Kamis (25/6/2020).

satumalukuID - Harly Saputra dijatuhi vonis enam tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon karena terbukti membawa, memiliki, dan menyimpan tiga paket narkotika golongan satu bukan tanaman jenis sabu.

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar pasal 112 dan 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan menghukumnya selama enam tahun penjara," kata ketua majelis hakim PN setempat, Jenny Tulak di Ambon, Selasa (8/6/2021).

Dalam persidangan yang berlangsung secara virtual ini, majelis hakim juga menghukum terdakwa membayar denda sebesar Rp800 juta subsider tiga bulan kurungan.

Hal yang memberatkan terdakwa dihukum penjara dan membayar denda karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Keputusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU Kejati Maluku, Ester Wattimury yang dalam persidangan sebelumnya menuntut terdakwa dihukum penjara selama 7,6 tahun dan denda Rp800 juta subsider tiga bulan kurungan.

Terdakwa awalnya diamankan polisi pada 31 November 2020 ketika mengambil sebuah paket diduga berisikan narkotika pada salah satu kantor jasa penitipan barang di Kota Ambon.

Saat diamankan dan dilakukan penggeledahan, polisi mendapat tiga paket sabu seberat 0.12 gram yang tersimpan bagian bawah alas sepatu.

Baca Juga

error: Content is protected !!