Sekilas Info

Kadis LHP Ambon Ajukan Pensiun Dini Sebelum Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Lucia Izaak, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon, ternyata sudah mengajukan surat permohonan pensiun dini, sebelum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran BBM untuk operasional kendaraan dinas tahun 2019.

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, mengaku, surat permohonan pengajuan pensiun dini diberikan oleh anak buahnya tersebut jauh sebelum ditetapkan tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon.

"Jadi jauh sebelum ibu kadis ditetapkan (tersangka), beliau sudah ajukan surat permohonan pensiun dini, beliau antisipasi, jadi mungkin beliau punya feeling (perasaan)," kata Richard kepada wartawan di Marina Hotel, Kota Ambon, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ambon dan Dua Rekannya Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Bbm

Richard mengaku sangat menghormati proses hukum yang saat ini dihadapi Lucia. Olehnya itu, ia sudah menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis LHP Ambon.
Penetapan Plt untuk menggantikan Lucia dilakukan agar yang bersangkutan dapat menjalani proses hukum tanpa beban pekerjaan.

"Soal itu saya menghormati betul seluruh proses hukumnya. Mari kita ikuti perkembangannya. Untuk menghormati (proses hukum) kita sudah menetapkan Plt untuk melaksanakan tugasnya. Sehingga ibu kadis memberikan perhatian terhadap penanganan masalahnya," tandasnya.

Baca Juga: Jaksa Terima Pengembalian Uang Hasil Korupsi Anggaran BBM di DLHP Ambon Sebesar Rp81 Juta

Untuk diketahui, dalam kasus yang menjerat Kadis LHP Ambon tersebut, penyidik Kejari Ambon juga menetapkan MYT selaku PPK dan RMS, manager SPBU, sebagai tersangka.

Kadis LHP dan MYT disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1, 2 dan 3 UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 tahun 2021 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Sementara khusus untuk tersangka RMS dijerat dengan Pasal 2 ayat 1, Pasal 3, Pasal 55, dan Pasal 56.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!