Sekilas Info

Jaksa Terima Pengembalian Uang Hasil Korupsi Anggaran BBM di DLHP Ambon Sebesar Rp.81 Juta

satumalukuID/Husen Toisuta Kajari Ambon, Dian Frits Nalle (tengah) saat memberikan keterangan pers di aula Kantor Kejari, Kota Ambon, Senin (7/6/2021).

satumalukuID- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, menerima pengembalian uang hasil korupsi anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM), untuk operasional kendaraan dinas, di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon. Total pengembalian uang dari sejumlah saksi sebesar Rp.81 juta.

"Uang 81 juta sekian ini hasil dari penggunaan uang di luar peruntukannya. Ini hasil dari proses penyidikan yang merupakan bentuk dari kesadaran para saksi untuk mengembalikan," kata Dian Frits Nalle, Kepala Kejari Ambon, kepada wartawan di aula kantor Kejari, Kota Ambon, Senin (7/6/2021).

Dalam kasus itu penyidik Kejari Ambon telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Adalah LI, Kepala DLHP Ambon sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), MYT, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan RMS, pihak swasta, manager SPBU di Ambon.

Berdasarkan perhitungan sementara dari penyidik Kejari Ambon, kerugian keuangan negara dari penyimpangan anggaran tahun 2019 ini sekitar Rp.1 miliar. Permohonan audit sudah disampaikan kepada Perwakilan BPKP Provinsi Maluku.

Menurutnya, uang puluhan juta rupiah yang dikembalikan tersebut termasuk dalam hasil perhitungan kerugian negara. Uang ini sudah resmi disita sambil menunggu perhitungan resmi dari BPKP.

"Sudah menjadi perhitungan oleh tim penyidik dan itu akan diperkuat juga dengan audit dari BPKP. Kami juga sudah meminta audit dari BPKP," sebutnya.

Puluhan juta rupiah tersebut, lanjut dia, dikembalikan oleh sejumlah saksi pada tanggal 1 dan 3 Juni 2021 lalu.

"Jadi pengembalian uang ini kami ambil minggu lalu, sekitar tanggal 1 dan 3 Juni. Ini dari beberapa saksi yang mengembalikan," sebutnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!