Sekilas Info

Penumpang KM Nggapulu Ditangkap Polisi, Hendak Selundupkan Merkuri 50 Kg ke Surabaya

satumalukuID- AS, warga Katapang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), ditangkap polisi di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon. Ditangannya ditemukan merkuri, bahan kimia berbahaya seberat 50 kg yang akan diselundukan ke Surabaya, Jawa Timur.

Pemuda 32 tahun ini diamankan saat hendak naik ke atas KM. Nggapulu pada Kamis (3/6/2021) pukul 16.00 WIT. Ia diamankan setelah polisi mencurigai barang bawaannya.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izaac Leatemia, mengungkapkan, gerak gerik pelaku dicurigai saat anggota Polsek KPYS melaksanakan pengamananan Embarkasi KM. Nggapulu di samping tangga naik kapal.

"Anggota mencurigai pelaku yang merupakan penumpang. Ia saat itu membawa barang bawaan berupa dua buah Kardus berwarna coklat dibungkus tas kresek hitam yang dibalut lakban berwarna coklat. Lalu diikat dengan tali berwarna biru," kata Izaac kepada wartawan, Sabtu (5/6/2021).

Curiga, personil KPYS  lalu mencegahnya. Barang bawaan pelaku lalu diperiksa. Di dalam kardus ditemukan 5 botol plastik.  Setiap botol memiliki berat 8 kg. Dalam kardus juga terdapat 2 botol pelastik dengan berat masing-masing 5 kg.

Ternyata, kecurigaan aparat Polsek KPYS benar adanya. Pasalnya di dalam botol-botol itu berisi cairan berwarna perak yang diduga merkuri, bahan kimia pengolah material emas.

"Jadi jumlah keseluruhan botol itu seberat 50 kg yang berisikan cairan berwarna perak diduga merkuri," katanya.

Menurut pelaku, cairan berwarna perak diduga merkuri ini dibeli dari Adam, saudaranya di Katapang. Per kg merkuri yang dibeli seharga Rp.350 ribu. Rencananya, merkuri itu akan dibawa ke Surabaya untuk dijual seharga Rp.600 ribu per kg.

"Katanya keuntungan penjualan akan di bagi dua dengan saudaranya," terangnya.

Merkuri itu, lanjut Izaac, dibawa dari SBB ke Ambon melalui jalur laut ke Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Ia lalu menuju kompleks STAIN, Desa Batu Merah, Kota Ambon.

"Di STAIN ia berjumpa saudara Oga untuk membawa barang tersebut ke pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan bertemu pemilik kembali (pelaku)," sebutnya

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diamankan di rumah tahanan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Ia dijerat dengan Pasal 158 Jo 161 Undang-Undang RI No.3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI No.4 Tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan batu bara.

"Pelaku terancam hukuman 5 tahun, denda Rp.100 miliar. Saat ini saksi yang sudah diperiksa berjumlah 4 orang," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!