Sekilas Info

Dua Oknum Polisi Penjual Senpi Untuk KKB di Papua Divonis Penjara 7 Tahun

satumalukuID/Husen Toisuta Enam tersangka kasus jual beli senpi dan amunisi di Papua, saat proses tahap 2 di Kejaksaan Negeri Ambon, Selasa (23/4/2021).

satumalukuID- Dua oknum anggota polisi masing-masing Bripka San Herman Palijama alias Sandro (34), dan Bripka Muhammad Romi Arwanpitu alias Romi (38), divonis bersalah dalam kasus penjualan senjata api (senpi) dan amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Dua anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease itu diganjar hukuman penjara selama 7 tahun, melalui sidang putusan yang diketuai Majelis Hakim, Pasti Tarigan Cs, di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Kamis (3/6/2021).

Tak hanya Sandro dan Romi, vonis serupa selama 7 tahun penjara itu juga untuk terdakwa lainnya yaitu Ridwan Mohsen Tahalua (44), Handri Morsalim (43) dan Andi Tanan (50). Khusus untuk Sahrul Nurdin (39), dihukum 12 tahun penjara.

Ke enam terdakwa kasus penjualan senpi dan ratusan butir amunisi itu terbukti melakukan tindak pidana secara bersama-sama, menerima, menyerahkan, membawa, menguasai, menyimpan, menyembunyikan, mempergunakan senjata api dan amunisi tanpa hak.

Perbuatan mereka sudah melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No.12 Tahun 1951 tentang mengubah "Ordonnantie Tijdelikke Bijzondere Strafbepalingen" (STBL.1948 NO.17) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Memvonis ke enam terdakwa sebagaimana dalam amar putusan yang disebutkan di atas, serta memerintahkan agar para terdakwa tetap di tahan," baca ketua Majelis Hakim, Pasti Tarigan.

Baca juga; https://www.satumaluku.id/2021/04/07/sidang-perdana-perkara-jual-beli-senpi-dan-amunisi-di-papua-bergulir/

Baca juga; https://www.satumaluku.id/2021/03/24/dua-oknum-polisi-empat-warga-sipil-penjual-senpi-dan-amunisi-di-kkb-digiring-ke-jaksa/

Terhadap putusan majelis hakim tersebut, kuasa hukum terdakwa yakni Thomas Watimury Cs, dan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Ambon, Eko Nugroho, menyatakan pikir-pikir.

Untuk diketahui, vonis majelis hakim terhadap kedua anggota polisi ini diketahui lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang sebelumnya menuntut mereka selama 10 tahun penjara pada sidang yang bergulir Rabu (19/5/2021) lalu.

Sementara untuk terdakwa Ridwan Mohsen Tahalua, Handri Morsalim dan Andi Tanan dituntut 8 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Sahrul Nurdin, tidak berubah atau tetap 12 tahun penjara.

Menurut jaksa, yang memberatkan para terdakwa adalah perbuatan mereka sudah meresahkan masyarakat. Senjata-senjata dan amunisi yang dijual tersebut digunakan untuk merongrong negara.

Untuk terdakwa Sahrul Nurdin, pernah dihukum alias residivis. Ia menjadi pelaku utama dari peredaran senjata api tersebut. Sementara terdakwa Bripka Sandro pernah menjual senjata laras panjang sebanyak dua kali ke Papua. Rekannya Bripka Romi pernah dihukum dalam kasus narkotika.

Sementara hal-hal yang meringankan para terdakwa, menurut jaksa yaitu mereka berlaku sopan di persidangan dan mengakui semua perbuatannya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!