Sekilas Info

Aborsi Kandungan Tujuh Bulan, Mahasiswi di Ambon Berusia 18 Tahun Ditangkap Polisi

satumalukuID/Husen Toisuta Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izaac Leatemia.

satumalukuID- Aparat Polsek Leihitu, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, berhasil menangkap AS, seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Ambon berusia 18 tahun.

Wanita itu ternyata ibu dari janin bayi yang diperkirakan berusia tujuh bulan, ditemukan tewas di Pantai Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Senin (24/5/2021) lalu.

Nama AS dikantongi setelah penyidik kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan. Ia ditangkap pada Kamis (27/5/2021), berdasarkan laporan polisi nomor : LP-A/22/V/2021/Maluku/Resta Ambon/Sek Leihitu, tanggal 24 Mei 2021.

AS telah resmi ditahan di Rumah Tahanan Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS), di Kota Ambon. Penahanan dilakukan setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana Aborsi alias menggugurkan kandungan. Ia dijerat dengan Pasal berlapis. Yaitu Pasal 77A UU RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 346 KUHP yaitu menggugurkan atau mematikan kandungan.

"Iya benar. Tersangka sudah kami tahan di Polsek KPYS Ambon," ungkap Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izaac Leatemia kepada wartawan di Ambon, Selasa (1/6/2021).

Izaac menjelaskan, penangkapan terhadap AS berawal pada Senin (24/5/2021) sekitar pukul 17.00 WIT. Kala itu, bertempat di pesisir pantai kompleks Bintang, Desa Morella, ditemukan sesosok janin bayi laki-laki tanpa identitas.

Janin yang diperkirakan masih berumur tujuh bulan tersebut ditemukan oleh dua orang anak laki-laki yaitu SL dan ARL. Keduanya saat itu sedang bermain di pesisir pantai tersebut.

Melihat sesosok janin itu, kedua anak di bawah umur ini melaporkan kepada saksi RU. Ia lalu mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan kemudian mengangkatnya. Janin ini diletakkan di atas talud penahan ombak kawasan itu.

"Penemuan itu lalu dilaporkan kepada aparat Polsek Leihitu," katanya.

Mendapat laporan itu, aparat Polsek Leihitu menuju TKP. Kemudian berkordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Pulau Ambon. Selanjutnya janin bayi itu di bawa ke RSUD dr. M. Haulussy Ambon.

"Kasus ini ditangani oleh Polsek Leihitu. Dan sampai saat ini sudah lima orang saksi yang diperiksa," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!