Sekilas Info

Antusiasme Warga, Ribuan Orang Rela Mengantri untuk Vaksin Covid-19 di Lapangan Merdeka Ambon

satumalukuID/Husen Toisuta Seorang pemuda tampak sedang disuntik vaksin di Tribun Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Senin (31/5/2021).

satumalukuID- Ribuan warga tampak mulai memadati tribun lapangan Merdeka Kota Ambon, Senin (31/5/2021). Saat itu, arloji Saya menunjukan tepat pukul 10.00 WIT.

Tidak seperti hari biasanya sejak program vaksinasi Covid-19 massal digulirkan Pemerintah Kota Ambon pada Rabu (19/5/2021) lalu, antusiasme masyarakat mulai terlihat di penghujung vaksin gratis tersebut.

"Beta (Saya) dapat nomor (antrian) 1.435," kata Ridwan saat ditemui satumaluku.id, sembari terdengar arahan dari meja operator "nomor antrian 685 sampai 690 silahkan menuju ke sebelah kanan saudara," kata petugas yang mengatur protokol kesehatan, physical distancing.

Tak jauh dari Ridwan, tampak Ciko Muskita sedang duduk termenung di tangga belakang Tribun Lapangan Merdeka. Karyawan CV.Makmur Abadi itu ternyata tidak sedang mengantri untuk divaksinasi.

"Seng (tidak ikut vaksin), beta sudah divaksin pada hari Kamis (27/5/2021)," kata dia.

Ciko mengaku sedang menunggu istrinya. Ibu rumah tangga itu tampak sudah duduk di kursi antrian, pertanda tidak lama lagi akan menjalani tahapan vaksinasi.

"Beta antar maitua (istri) untuk divaksin lagi. Karena beta sudah ikut vaksin dan merasa paleng (sangat) aman," kata dia.

Pria 38 tahun ini mengaku mengikuti vaksinasi setelah diwajibkan perusahaan tempatnya bekerja.

"Awalnya beta rasa takut. Tapi setelah divaksin ternyata aman-aman saja," terangnya.

Warga Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe Ambon ini mengatakan, semua karyawan di tempatnya bekerja diwajibkan untuk ikut vaksin.

"Katong (Kita) diharuskan untuk vaksin karena kerja katong kan bersentuhan dengan masyarakat (sales). Apalagi bos basar sudah vaksin lai," kata dia tersenyum.

Ia mengaku, selama ini sudah percaya dengan berbagai berita tidak benar alias hoax yang berkembang di media sosial terkait bahaya vaksinasi.

"Ternyata aman-aman saja. Makanya beta juga suruh maitua untuk ikut divaksin," kata dia mengakui.

Terdapat 10 tempat yang disediakan Satgas Covid-19 Kota Ambon untuk proses vaksinasi di Tribun Lapangan Merdeka. 10 tempat itu melayani ribuan warga Kota Ambon.

Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat. Seperti cek suhu tubuh menggunakan thermo gun, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

"Beta punya nomor antrian itu 2.666," kata Bil Paliama yang ditemui pada sore tadi. Bil mengaku mulai mengantri sejak siang hari.

Warga Bere-bere, Kecamatan Sirimau Ambon ini mengaku salut dengan program vaksinasi gratis yang dilakukan Pemkot Ambon.

"Sangat bagus sekali. Namun lebih efektif itu kalau dilakukan di Puskesmas-puskesmas," kata dia.

Pria 56 tahun ini mengaku, berdasarkan literasi yang dibaca, untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 maka vaksinasi sangat diperlukan.

"Vaksin ini kan sama seperti kita vaksin campak, rubella, yang tujuannya untuk membunuh bibit virus. Sama dengan vaksin saat ini. Orang yang sadar kesehatan, ya orang yang mau vaksin," jelasnya.

Kendati begitu, Bil berharap pemerintah dapat memperpanjang vaksinasi gratis yang rencananya ditutup hari ini.

"Katanya ditutup hari ini. Saya harap bisa diperpanjang, biar semua masyarakat bisa ikut vaksin. Dan lebih efektif itu dilakukan lagi di setiap kecamatan yang ada," pintanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy yang ditemui di sela-sela kesibukannya memantau proses vaksinasi massa mengakui antusiasme masyarakat sangat tinggi.

"Memang antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga hari ini yang datang vaksinasi lumayan banyak," kata Wendy sore tadi.

Wendy mengaku pihaknya sudah membatasi masyarakat yang masih ingin divaksinasi. Hingga pukul 17.30 WIT, pihaknya sudah melayani vaksinasi sebanyak 1.622 orang.

"Nomor pendaftaran yang sudah kita ambil dan kita batasi tadi berada di nomor antrian 2.700. Jadi kemungkinan kita sampai malam di sini untuk menyelesaikan nomor antrian yang sudah diambil," katanya.

Ia mengaku, sejak vaksinasi massal dilakukan secara gratis pada Rabu (19/5/2021) lalu, hingga saat ini telah mencapai sembilan ribuan orang yang divaksin.

"Jadi katong punya posisi sampai hari ini sudah hampir 45.000 orang yang divaksin (dari target 72.000 orang)," katanya.

Apakah akan dilakukan perpanjangan, Wendy mengaku belum mengetahuinya. Sebab, pihaknya masih akan mengambil sejumlah langkah yang perlu dikoordinasikan secara bersama.

"Ini kan gratis. Soal pembayaran belum tahu, nanti kita arahan dari pemerintah seperti apa. Yang jelas untuk perusahaan dan sebagainya itu nanti pasti berbayar karena itu menggunakan vaksin gotong royong nantinya," ujarnya.

Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, Wendy berharap mereka semakin yakin dengan program vaksinasi yang dijalankan pemerintah, baik dari pusat hingga daerah.

"Kami berharap masyarakat semakin yakin, bahwa hoax-hoax (berita tidak benar) yang beredar itu ternyata tidak benar," katanya.

Ia juga berharap kepada masyarakat yang sudah merasakan keamanan vaksinasi dapat menyampaikan kepada sejumlah rekan, saudara maupun tetangganya.

"Artinya begini, ketika mereka divaksin dan mereka bisa merasakan, maka mereka bisa menyampaikan kepada keluarga, tetangga dan sebagainya, maka orang akan semakin yakin bahwa hoax itu ternyata tidak benar," pintanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!