Sekilas Info

Positif Real di Bawah Positivity Rate, Gubernur Maluku Apresiasi Tim Satgas Penanganan Covid-19

satumalukuID/Husen Toisuta Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Maluku, dr. Adonia Rerung.

satumalukuID- Gubernur Murad Ismail, memberikan apresiasi kepada seluruh tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Provinsi Maluku. Ini setelah hasil positif real berdasarkan penilaian pemerintah pusat berada di bawah positivity rate.

Apresiasi Gubernur Maluku itu disampaikan juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Maluku, dr. Adonia Rerung di Ambon, Minggu (30/5/2021).

Menurut Dony, sapaan dr. Adonia Rerung ini, Atas capaian ini, Gubernur Maluku Murad Ismail, kata Rerung menyampaikan apresiasi kepada seluruh Tenaga medis yang telah menjadi garda terdepan dalam menangani penyebaran virus corona di Maluku.

"Pak Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi kepada tenaga medis, dokter, perawat dan seluruh jajaran rumah sakit yang telah melayani dan merawat para pasien Covid-19 hingga sembuh," kata Dony, sapaan dari dr. Adonia Rerung ini.

Penghargaan serupa, kata dia, juga diberikan kepada para bupati/wali kota, TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat yang telah bersama Pemerintah berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah para Raja-raja tersebut.

Menurut Dony, penilaian pemerintah pusat terhadap kualitas pengendalian pandemi virus mematikan tersebut sudah ditanggapi baik oleh Satgas Penanganan Covid-19 di Provinsi Maluku.

Buktinya, dalam kurun waktu dua pekan belakangan tercatat perolehan positif real masih berada di bawah 5% dari jumlah kasus yang diperiksa (positivity rate). Presentasi tersebut merupakan standar aman yang ditetapkan WHO.

"Tercatat pada 10 Mei sampai dengan 16 Mei 2021 terdapat 1.767 kasus yang diperiksa. Di mana positif real hanya terdapat 40 kasus. Ini masih berada di bawah positivity rate atau 5% dari jumlah kasus yang diperiksa pada minggu tersebut," jelasnya.

Tak sampai di situ saja, pada 17 Mei sampai dengan 23 Mei 2021, hal serupa terulang lagi. Di mana angka tersebut lebih kecil dari 5% jumlah kasus yang diperiksa.

Sebelumnya, tambah dia, Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono dalam agenda rapat dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis (27/5/2021) lalu, memaparkan data setiap daerah terkait kondisi Bed Occupancy Rate (BOR).

Selain itu juga tentang pelayanan kesehatan selama pandemi, termasuk wilayah-wilayah yang diberi penilaian terakit pengendalian Covid-19. Dalam penilaian itu, tak satu pun wilayah yang mendapat nilai A ataupun B.

Bahkan, lanjut dia, dari 34 provinsi di Indonesia, Maluku dan Papua mendapat nilai D, sementara DKI Jakarta diberi nilai E. Sedangkan 10 provinsi lainnya mendapat nilai C.

Lebih lanjut disampaikan, bila mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 11 Tahun 2021, dengan 5 indikator yang ditetapkan sebagai syarat suatu wilayah memberlakukan PPKM Mikro, maka Maluku seyogyanya berada pada posisi aman.

Dari ke-5 indikator itu, terangkum trend perkembangan Covid-19, yaitu; pertama, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Maluku lebih besar dari angka kesembuhan rata-rata nasional.

Kedua, angka kematian kasus Covid-19 di Maluku lebih kecil dari angka kematian rata-rata nasional.

Ketiga, presentase kasus aktif di Maluku juga lebih kecil ketimbang kasus aktif nasional.

Keempat, ketersediaan BOR di Maluku juga masih di bawah 70 persen.

Berdasarkan hasil perhitungan Satgas Penanganan Covid-19 Maluku dalam kurun waktu dua minggu terakhir, BOR di daerah ini hanya sebesar 11,4 persen. Sedangkan rangkuman kelimanya adalah, bahwa angka positif real di Maluku juga berada di bawah positivity rate (5 persen dari kasus yang diperiksa).

"Atas capaian ini Pak Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis yang telah menjadi garda terdepan dalam menangani penyebaran virus corona di Maluku," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!