Sekilas Info

Penjabat Kepala Desa Rarat Seram Timur Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi DD-ADD

satumalukuID/Istimewa Ilustrasi

satumalukuID- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Seram Bagian Timur (SBT) Cabang Geser, akhirnya menetapkan MYR, Penjabat Kepala Desa Rarat, Kecamatan Gorom, Kabupaten SBT, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

MYR ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti kasus DD dan ADD yang berlangsung selama tiga tahun berturut-turut, atau sejak 2017 sampai dengan 2019 lalu.

Kepala Cabang Kejari SBT di Geser, Eckhart Palapia, mengungkap, berdasarkan perhitungan Inspektorat Kabupaten SBT yang diperkuat dengan sejumlah bukti penyidikan lapangan, tercatat jumlah kerugian negara mencapai lebih dari Rp.600 juta.

"Dari bukti-bukti yang ada, dialah (MYR) yang mengelola anggaran sejak tahun 2017, 2018 dan 2019. Banyak dikelola tidak sesuai dengan peruntukannya," ungkap Eckhart, Minggu (30/5/2021).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, MYR langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wahai. Ia ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Eckhart mengaku, atas perbuatannya MYR disangkakan dengan Pasal berlapis. Yaitu Pasal 2 dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kasus itu sendiri mulai diusut setelah penyidik menemukan adanya sejumlah penyimpangan. Mulai dari bantuan bahan bangunan kepada masyarakat dan sejumlah kegiatan Desa yang ditemukan fiktif.
Desa ini diketahui setiap tahunnya menerima dana DD dan ADD dari pemerintah hampir mencapai Rp.1 miliar.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!