Sekilas Info

Penambang Emas Tanpa Izin di Gunung Botak Hadang Polisi

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Tambang Gunung Botak di Kabupaten Buru kembali diramaikan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI). Mereka enggan diturunkan, hingga nekat menghadang polisi di Kawasan Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Senin (24/5/2021).

Aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak kembali bergulir. Ini setelah pos pengamanan TNI dan Polri di kawasan tersebut ditarik beberapa waktu lalu.

Tak hanya menambang, produksi emas dengan menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida juga digunakan para PETI tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumaluku.id, ratusan penambang dikabarkan kembali beraktivitas setelah pos-pos penjagaan di kawasan dicabut.

Tak berselang lama setelah pos penjagaan dicabut pada 23 April 2021, secara mengejutkan, para penambang diam-diam mulai beroperasi.

Aktivitas pertambangan tersebut kembali meresahkan warga yang dikhawatirkan berdampak pada pencemaran lingkungan di sana.

Untuk meminimalisir melebarnya dampak penggunaan bahan kimia berbahaya, aparat Polres Pulau Buru kembali melakukan penertiban.

Saat penertiban, aparat kepolisian sempat mengamankan sejumlah PETI. Dalam perjalanan menuju Markas Polres Pulau Buru, mereka kemudian dicegat warga yang melakukan pemalangan jalan menggunakan kayu dan pohon.

"Tadi dilakukan penertiban. Tapi saat polisi turun para penambang palang jalan di kawasan Desa Dava," kata sumber kepada satumaluku.id melalui selulernya.

Informasi penghadangan yang dilakukan para penambang tersebut belum diketahui Paur Subbag Humas Polres Pulau Buru Aipda MYS Djamulidin.

"Belum dapat info dari teman-teman yang sedang bertugas di Gunung Botak," kata Djamaludin.

Kendati belum mendapat informasi terkait penghadangan, namun Djamaludin tidak mengelak jika saat ini para PETI kembali melakukan aktivitas di Gunung Botak.

"Memang benar, pos pengamanan di kawasan tambang emas gunung botak sempat kami tinggalkan kosong, karena ada beberapa kendala," terangnya.

Djamaludin membenarkan jika pihaknya saat ini terus melakukan penertiban di kawasan tersebut.

"Hari ini kami akan kembali melakukan penertiban agar area tersebut dikosongkan kembali," tegasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!