Sekilas Info

Koruptor Dana Bos SMK 3 Maluku Tengah Dieksekusi di Lapas Ambon

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Setelah divonis 7 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Rahman Lajai, koruptor dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) SMK 3 Maluku Tengah di Banda Neira, akhirnya dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Ambon di Nania, Kota Ambon, Jumat (21/5/2021).

Mantan Kepala SMK 3 Maluku Tengah ini dieksekusi setelah vonis 7 tahun oleh majelis hakim dinyatakan inkrah atau sudah berkekuatan hukum tetap. Eksekusi dipimpin langsung oleh Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira, Ardian Junaedi.

Sebagaimana putusan majelis hakim, Rahman Lajai dinyatakan bersalah. Ia terbukti melanggar Pasal 2, jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 64 KUHP.

Selain pidana badan, Rahman juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.200 juta, subsider 3 bulan. Ia juga diminta membayar uang pengganti Rp.624.739.200, subsider 1 tahun penjara.

"Karena pak Rahman Lajai tak lagi mengajukan upaya hukum banding. Maka kita eksekusi yang bersangkutan ke Lapas Ambon tadi," kata Ardian Junaedi kepada wartawan di Ambon, Jumat (21/5/2021).

Baca juga; https://www.satumaluku.id/2021/05/03/korupsi-dana-bos-dari-tahun-2015-kepala-smk-3-maluku-tengah-dihukum-penjara-7-tahun/

Untuk diketahui, terpidana Rahman Lajai divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana Bos di sekolah tempatnya bekerja sejak tahun 2015 sampai 2019 sebesar lebih dari Rp.600 juta.

Ia dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Senin (3/5/2021).

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!