Sekilas Info

Bilal Dituntut 8 Tahun Penjara Karena Selundupkan Dua Paket Sabu Melalui Tiki Ambon

satumalukuID/Istimewa Ilustrasi

satumalukuID- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku, Ester Wattimury, menuntut Bilal Suat alias Bil, terdakwa penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dengan hukuman penjara 8 tahun.

Permintaan itu disampaikan kepada majelis hakim yang diketuai Orpa, dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Rabu (19/5/2021).

Bil dinyatakan terbukti bersalah menyelundupkan narkotika golongan I bukan tanaman ini melalui Jasa Pengiriman Tiki di Kota Ambon. Ia melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara 8 tahun kepada terdakwa," pinta Ester.

Selain hukuman pidana kurungan badan, Bil juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp.800 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Perbuatan terdakwa tersebut dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika.

Setelah mendengar tuntutan jaksa, majelis hakim kemudian menunda sidang lanjutan dengan agenda pembelaan pada pekan depan.

Untuk diketahui, terdakwa ditangkap tim penyidik dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku di Jalan AM Sangaji, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (24/5/2021) lalu.

Terdakwa Bil diringkus setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat terkait penyelundupan bahan mematikan tersebut di jasa pengiriman Tiki.

Mendapat kabar itu, polisi bergerak menuju kantor Tiki. Mereka meminta petugas jasa pengiriman menunjukan paket atas nama terdakwa.

Setelah memastikan kebenaran info itu, polisi lalu menunggu kedatangan terdakwa untuk mengambil paket tersebut. Tak lama berselang, dia lalu dibekuk saat mengambil kirimannya itu.

Dari tangan terdakwa polisi mengamankan barang bukti berupa satu dos paketan warna coklat. Didalamnya berisi dua paket butiran kristal berwarna putih bening yang diduga narkotika jenis sabu.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!