Sekilas Info

Penyelundup Sabu-sabu Seberat 200 Gram Dalam Kemaluan di Ambon Dituntut Penjara Sepuluh Tahun

satumalukuID/Husen Toisuta Pengungkapan kasus narkotika oleh Join Operation (BNNP, Polda, Kodam, Lanud, Bea Cukai, KSOP dan Angkasa Pura) di Gedung Keuangan Negara Ambon, Kota Ambon, Kamis (17/12/2020).

satumalukuID- SR alias Epok, terdakwa yang menyelundupkan satu paket narkotika jenis sabu-sabu pada kemaluannya, akhirnya dituntut bersalah dengan hukuman penjara sepuluh (10) tahun. Wanita 27 tahun itu tidak sendiri. Dia bersama Hendro Kainama (26), temannya, juga dengan hukuman serupa.

Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Senia Pentury, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Selasa (18/5/2021). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ismail Wael, didampingi dua anggotanya.

Dalam amar tuntutan, jaksa menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Mereka menyelundupkan narkotika golongan I bukan tanaman tersebut.

"Menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, melakukan, menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman," kata Senia.

"Menjatuhkan pidana terhadap masing-masing terdakwa berupa pidana penjara selama 10 tahun," pintanya.

Baca juga; https://www.satumaluku.id/2020/12/17/perempuan-dari-kampung-ambon-ini-nekat-sembunyikan-narkoba-di-alat-kelamin-bnnp-maluku-amankan-250-gram-sabu/

Selain hukuman kurungan badan, kedua terdakwa juga diganjar membayar denda sebesar Rp.800 juta, subsider 3 bulan penjara dipotong masa tahanan.

Untuk diketahui, Epok dan Hendro ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Provinsi Maluku, bersama Join Operation (Polda, Kodam Lanud, Bea Cukai, KSOP dan Angkasa Pura).

Mereka diamankan saat turun dari pesawat di Bandar Udara Pattimura, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, pada Selasa (24/11/2020) pukul 07.24 WIT.

Saat digeledah di ruang terpisah di Bandara Pattimura, ditemukan sebanyak 100 gram sabu-sabu di dalam kemaluan Epok. 100 gram lainnya disimpan di dalam tasnya. Total seluruhnya 200 gram.

Sementara peran rekannya Hendro Kainama yaitu sebagai kurir. Dia mengambil barang haram itu di Kampung Ambon di Jakarta. Kemudian barang itu diserahkan kepada Epok. Kedua terdakwa dari Kampung Ambon dan berangkat menuju Kota Ambon.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!