Sekilas Info

Korps Sukarela PMI Maluku Disiagakan Antisipasi Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kota Ambon

Foto : Shariva Alaidrus Foto ilustrasi: PMI Provinsi Maluku membangun fasilitas MCK dan shelter untuk pengungsi di jalan tani, Desa Waai, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah.

satumalukuID - Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Maluku disiagakan untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor. Kota Ambon dan wilayah di Pulau Ambon saat ini sedang dilanda musim hujan dalam beberapa hari terakhir.

"Teman-teman relawan masih tetap dimintakan siaga musim pengujan untuk antisipasi bencana banjir maupun tanah longsor akibat tingginya curah hujan," kata Sekretaris PMI Maluku Herry Latuheru di Ambon, Selasa (18/5/2021).

Sebagaimana tugas dan tupoksi kerjanya, penanganan bencana alam juga menjadi bagian dari tanggung jawab PMI, sehingga anggota KSR dan peralatan yang akan digunakan sudah disiapkan untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan selama musim penghujan.

Selain itu, para kru gawat darurat terlatih juga bergantian siaga dengan mobil ambulans selama 1x24 jam di markas PMI Provinsi Maluku, guna mengantisipasi perlunya penanganan darurat korban bencana alam.

"Ada yang bergantian stay 1x24 jam di markas, begitu juga dengan kru ambulans gawat darurat tetap ada, sehingga bisa segera diturunkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan bencana alam," timpalnya.

Menurut dia, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, tugas PMI tidak hanya soal penanganan peristiwa bencana alam, tapi juga membantu pemerintah dalam penanganan pandemi.

Sesuai dengan surat edaran dari PMI Pusat setahun lalu, menyusul surat keputusan Gugus Tugas Provinsi Maluku, PMI Provinsi Maluku juga dilibatkan dalam penanganan Covid-19, seperti pembersihan lokasi yang diduga terkontaminasi, dan penanganan pasien maupun jenazah yang tertular virus corona.

Terkait itu, para anggota KSR PMI Maluku sudah dibagi untuk bergantian berjaga membantu para petugas kesehatan di lokasi-lokasi karantina.

"Kami di PMI sampai dengan saat ini masih ada di tim pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19. Sesuai dengan SK Gugus Tugas Provinsi Maluku, kami dimintakan untuk terlibat dalam penanganan jenazah pasien Co-19," ucap Herry Latuheru.

Baca Juga

error: Content is protected !!