Sekilas Info

Baguala, Sirimau dan Leitimur Selatan Terdampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor Akibat Hujan Angin

Foto: Kominfo dan Sandi Kota Ambon Peristiwa tanah longsong di Kota Ambon akibat hujan angin selama beberapa hari terakhir.

satumalukuID - Tiga kecamatan di kota Ambon yakni Baguala, Sirimau dan Leitimur Selatan terdampak bencana banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang beberapa hari terakhir.

Di desa Waiheru terjadi luapan air di jalan raya akibat penyumbatan saluran drainase. Sementara di Negeri Batu Merah kawasan Gadihu RT 002/RW 013 terjadi longsor, yang menyebabkan kerusakan dua rumah warga dam tidak menimbulkan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Selain longsor, hujan disertai angin kencang mengakibatkan pohon roboh di Negeri Batu merah RT003/RW 004, kawasan Ahuru.

Peristiwa ini menyebabkan akses jalan, baik untuk kendaraan bermotor dan pejalan kaki menjdai terhambat.

Tim BPBD kota Ambon dibantu warga sekitar bergotong royong membersihkan drainase yang tersumbat sehingga arus lalu lintas kembali normal

"Pohon yang tumbang telah ditebang dan dibersihkan dan diberikan terpal untuk antisipasi," kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ambon, Demy Paays, Selasa (17/5/2021).

Tanah longsor juga terjadi di Negeri Hukurila RT 002/RW 001, di jalan lintas Dusun Seri menuju Hukurila.

Dampaknya satu unit Puskesmas, satu unit Sekolah Dasar, lima Rumah Warga serta tempat pemakaman umum terkena material longsoran.

"Akibat hujan juga terjadi talud roboh di Desa Waiheru RT 023/RW 003, menimpa satu rumah warga atas nama Hasan Wael," katanya.

Tim BPBD Kota Ambon, kata Demy, telah melakukan peninjauan, pendataan, dan memberikan bantuan untuk pembersihan material longsor.

"Kami telah melakukan pemantauan dan memberikan bantuan berupa gerobak, sekop, terpal dan karung bagi keluarga untuk membersihkan lokasi serta antisipasi terjadinya longsor susulan," ujarnya.

Pihaknya berharap warga Kota Ambon tetap waspada, karena bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, terlebih intensitas curah hujan diperkirakan masih terus meningkat.

Masyarakat yang tinggal di lereng gunung dan bantaran sungai agar selalu waspada dan memperhatikan himbauan dan informasi dari Pemerintah melalui media massa dan media sosial.

Masyarakat juga diminta segera memberikan laporan kepada BPBD melalui perangkat RT/RW atau pemerintah Desa/Negeri dan Kelurahan jika terjadi bencana.

"Laporan dan pengaduan warga kota dapat disampaikan melalui website www.lapor.go.id ,atau Lewat SMS ke 1708, atau ketik AMBON(spasi )ISI PESAN kirim ke 08114706999," tandasnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!