Sekilas Info

Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku Masih Lengkapi Berkas Kasus Korupsi Speedboat MBD

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Setelah dikembalikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, masih terus melengkapi berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan empat unit speedboat milik Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Di kasus itu, penyidik sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Yaitu Oddie Orno, mantan Kepala Dinas Perhubungan MBD, Margareth Simatauw, Kontraktor Pengadaan Barang, dan Rico Kontul, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Kanit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Maluku Kompol Gerald Wattimena mengungkapkan, untuk melengkapi berkas ketiga tersangka dalam kasus itu, penyidik masih akan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi tambahan di Moa, MBD.

"Belum (berkas belum lengkap), masih dilengkapi, kita rencana memeriksa saksi tambahan di Moa," kata Gerald, Senin (17/5/2021).

Menurut Gerald, pemeriksaan saksi tambahan di Moa sedikit terhambat karena akses transportasi yang ditutup setelah dikeluarkannya larangan mudik hari raya Idul Fitri.

"karenan libur lebaran dan bandara tutup jadi saat ini kita belum bisa ke Moa untuk periksa beberapa saksi tambahan," tandasnya.

Untuk diketahui, berkas perkara Oddie Orno bersama dua rekannya, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan speedboat di MBD dikembalikan JPU Kejati Maluku.

Berkas ketiga tersangka dikembalikan beserta petunjuk untuk dilengkapi penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku pada awal Mei 2021 lalu.

Kasus itu sendiri terungkap ke publik setelah BPK melakukan audit terhadap pembelian empat unit speedboat. Pembelian itu dialokasikan dari APBD Kabupaten MBD tahun 2015 sebesar Rp 1 miliar lebih.

Dari hasil audit menunjukan adanya dugaan manipulasi anggaran. Sebab, empat buah speedboat itu belum juga dikirim ke Tiakur ibukota MBD sesuai waktu yang ditentukan.

Padahal, dana pembuatan empat buah speedboat bernilai miliaran rupiah tersebut sudah dicairkan 100 persen sejak pertengahan tahun 2016 lalu.

Saat BPK melakukan pengecekan, tersangka memerintahkan mengirimkan dua buah speedboat. Anehnya, dua buah dari empat speedboat yang dikirim dalam keadaan rusak. Saat ini empat buah speedboat mengalami kerusakan di pantai Tiakur.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!