Sekilas Info

Hakim Kembali Menjatuhkan Hukuman 7 Tahun Penjara Kepada Residivis Narkoba

satumalukuID/Husen Toisuta Gedung Pengadilan Negeri Ambon.

satumalukuID- Relis Patiserlihun, residivis narkoba yang saat ini masih menjalani hukuman di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA Ambon, kembali divonis bersalah. Ia diganjar hukuman penjara selama 7 tahun.

Vonis tersebut dijatuhkan Majelis Hakim yang dipimpin Hamja Kailul saat pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Senin, (17/5/2021).

Selain pidana kurungan badan, terdakwa Relis juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar, subsider 2 bulan kurungan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Serta memvonis terdakwa selama 7 tahun penjara, denda Rp.1 miliar subsider 2 bulan kurungan," baca Ketua Majelis Hakim yang didampingi dua anggotanya.

Dalam pembacaan amar putusan tersebut, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Robeth Lesnussa. Sementara di meja sebelah terdapat jaksa penuntut umum, E. Wattimury.

Terdakwa disebutkan terbukti bersalah melanggar pasal 114 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Meski divonis bersalah, namun massa tahanan yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa di penjara selama 12 tahun.

Saat vonis itu, hakim menyebutkan yang meringankan terdakwa adalah berlaku sopan di persidangan. Sementara yang memberatkan, terdakwa adalah residivis narkoba yang sampai kini masih menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Ambon.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Kejati Maluku dalam dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 13 November 2020 sekitar pukul 19.15 WIT. Lokasi kejadian berada di jalan masuk Rutan Kelas IIA Ambon kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Kasus itu terungkap setelah petugas Ditresnarkoba Polda Maluku mendapatkan informasi dari informan bahwa rekan terdakwa Ronald Pattiradjawane (berkas terpisah) sedang menuju Rutan Ambon. Kedatangannya di sana untuk mengantarkan narkoba jenis sabu sabu kepada terdakwa Relis Pattiserlihun.

"Tidak menunggu lama, petugas bergerak cepat ketika terdakwa sedang berjalan menuju Rutan. Dari interogasi, terdakwa (Ronald) membawa 6 paket sabu. Terdakwa mengaku, terpidana Relis yang menyuruhnya agar membawanya ke Rutan," kata JPU.

Dari pengakuan terdakwa, petugas lalu berkoordinasi dengan petugas Rutan agar melakukan penggeledahan terhadap kamar terpidana Relis. Atas penggeledahan itu ditemukan satu HP Samsung warna putih tanpa kartu dan batrei.

Pengakuan terdakwa Relis, bahwa dirinya disuruh oleh residivis Gerald Tomatala untuk mengambil barang haram tersebut. Gerald Tomatala sendiri saat ini sudah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!