Sekilas Info

Lagi, Satu Pengibar Bendera Separatis RMS di Negeri Ulath Saparua Ditangkap

satumalukuID/Istimewa Barang bukti bendera RMS yang diamankan polisi saat dinaikan di Negeri Ulath, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (15/5/2021).

satumalukuID- Setelah berhasil meringkus AP dan ML, polisi kembali menangkap FP. Ketiganya diduga merupakan pelaku pengibar bendera separatis RMS di Negeri Ulath, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah.

Tiga simpatisan organisasi terlarang itu ditangkap setelah mengibarkan bendera RMS tepat di momentum peringatan hari ke-204 tahun Pattimura, Pahlawan Nasional asal Maluku, Sabtu (15/5/2021).

AP, ML dan FP, kini telah meringkuk di rumah tahanan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease di Kota Ambon. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Hasil pengembangan kasus pengibaran Bendera RMS di Negeri Ulath, dari dua Terduga pelaku menjadi tiga pelaku dengan inisial AP, ML, dan FP," kata Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Ipda Izaac Leatemia kepada satumaluku.id, Minggu (16/5/2021).

Menurutnya, tiga pelaku ini disangkakan menggunakan Pasal 106 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup dan atau 20 tahun penjara.

"Status mereka sudah tersangka dan telah di tahan di Rutan Polresta Ambon," tandasnya.

Baca juga; https://www.satumaluku.id/2021/05/15/kibarkan-bendera-rms-di-hari-pattimura-dua-warga-ulath-dibui/

Sebelumnya, polisi mengamankan AP dan ML, warga Negeri Ulath, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (15/5/2021). Mereka diserahkan oleh warga setempat karena ketangkap tangan mengibarkan bendera RMS.

Pria berusia 32 dan 43 tahun itu diringkus warga setempat yang melihat mereka menaikan bendera RMS di di depan rumah Agustinus Pattipelohy dan Sekertaris Negeri Ullath Wempy Telehala pada Sabtu pukul 09.55 WIT.

Dua pelaku diamankan bersama barang bukti berupa 4 buah bendera RMS dengan warna merah, hijau, putih dan biru. Bendera-bendera itu berukuran sama yaitu 2 m x 110 cm.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!