Sekilas Info

Mengaku Tidak Ketergantungan Narkotika, Willem Wattimena Malah Divonis 10 Bulan untuk Rehabilitasi

satumalukuID/Husen Toisuta Suasana sidang pembacaan putusan kasus narkotika dengan terdakwa Willem Z Wattimena, anggota DPRD Maluku di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Senin (10/5/2021)

satumalukuID- Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon hanya memvonis terdakwa narkotika, Willem Z Wattimena, anggota DPRD Maluku aktif ini dengan hukuman pidana selama 10 bulan penjara dipotong massa tahanan, pada Senin (10/5/2021).

Anehnya lagi, selain putusan ringan, majelis hakim juga memerintahkan agar sisa massa tahanan yang bersangkutan tersebut dipakai untuk pengobatan atau perawatan rehabilitasi di Makassar, Sulawessi Selatan.

Perintah majelis hakim itu berbanding terbalik dengan fakta persidangan. Di mana, terdakwa Willem dalam persidangan mengaku tidak mengalami ketergantungan penggunaan narkotika jenis sabu-sabu tersebut.

"Mengadili, menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan satu bagi diri sendiri," baca Ketua Majelis Hakim Pasti Tarigan yang didampingi dua anggotanya.

"Kedua, menjatuhkan pidana terhadap Wiliam Z Wattimena dengan pidana penjara selama 10 bulan dipotong massa tahanan."

"Tiga memerintahkan massa penahanan dipergunakan oleh yang bersangkutan untuk menjalani pengobatan atau perawatan melalui rehabilitasi selama sisa penahanan yang dijalani di balai rehabilitasi di Makassar dengan biaya sendiri," ungkapnya.

Baca juga;  https://www.satumaluku.id/2021/04/13/wiliam-oknum-anggota-dprd-maluku-akhirnya-diserahkan-kepada-jaksa/

Baca juga;  https://www.satumaluku.id/2021/03/10/31455/

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Ajiet Latuconsina, yang sebelumnya meminta terdakwa agar dihukum selama 1,4 tahun penjara.

Dalam tuntutannya, Ajiet mengatakan hal yang memberatkan terdakwa Willem Wattimena yang merupakan anggota DPRD Provinsi Maluku ini tidak mendungkung progam pemerintah tentang pemberantasan narkoba. Sebagai publik figur, Willem harusnya menjadi contoh yang baik kepada masyarakat.

JPU dalam tuntutan juga menyebutkan dari hasil pemeriksaan, terdakwa mengaku tidak ketergantungan saat mengunakan narkotika jenis sabu tersebut, sehingga tidak ada alasan untuk terdakwa direhabilitasi.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!