Sekilas Info

Dirjen Gakkum KLHK Minta Pemilik 4.832 Batang Kayu Merbau Ilegal Asal Kepulauan Aru Dihukum Seberat-beratnya

satumalukuID - Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Rasio Ridho Sani meminta agar WD (49), pemimpin Koperasi Serba Usaha (KSU) Cendrawasih, yang adalah tersangka pemilik 4.832 batang kayu merbau ilegal dari Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, harus dihukum seberat-beratnya.

Pernuyataan Rasio Ridho tersebut disampaikan, menyusul langkah penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra, yang segera menyerahkan WD dan barang bukti 4.832 batang kayu merbau ilegal, kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk segera disidangkan.

“Kejahatan yang dilakukan oleh WD ini telah merugikan negara dan merusak ekosistem serta kawasan hutan di Kepulauan Aru di Maluku,” ujar Rasio Ridho, dalam keterangan pers, yang diterima satumaluku.id, Minggu (9/5/2021).

Untuk itu, Rasio menegaskan, pelaku kejahatan seperti ini harus dihukum seberat-beratnya, baik pidana penjara maupun denda, agar ada efek jeranya.

Rasio menambahkan bahwa pihaknya sudah memerintahkan para penyidik untuk mendalami keterlibatan pelaku lainnya. Karena kejahatan kayu illegal ini merupakan kejahatan terorganisir.

Terkait dengan kejahatan kayu illegal, dia katakan, dalam beberapa tahun ini KLHK telah menindak 527 kasus, mengamankan 39.000 m3 kayu. Kami tidak akan berhenti untuk menindak pelaku kejahatan seperti ini.

Sementara itu, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra Muhammad Nur menyebutkan, perkara ini hasil pengembangan informasi dari masyarakat terkait pengiriman kayu merbau ilegal dengan kapal KM Darlin Isabel, dari Kepulauan Aru ke Surabaya, melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Berdasarkan informasi tersebut Tim Gakkum KLHK melakukan operasi penindakan dan menyita 4.832 batang kayu merbau dan surat SKSHHKO dari kapal Darlin Isabel. Hasil pemeriksaan fisik kayu-kayu itu tidak sesuai dengan dokumen yang ada,” ungkapnya.

Meburut Muhammad, setelah berkas penyidikan dinyatakan lengkap pada 7 Mei 2021 lalu, kasus ini segera disidangkan. Hasil penyidikan, pemeriksaan saksi dan ahli, dan bukti kuat yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kayu ilegal dan menyalahgunakan dokumen SKSHHKO (Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu Olahan).

“Untuk itu WD akan dikenakan Pasal 88 Ayat 1 Huruf c Jo. Pasal 15 Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman hukum pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam penanganan perkara ini”,  tambah Muhammad.

WD ditangkap oleh penyidik Gakkum KLHK di Ambon pada tanggal 18 Maret 2021. Kemudian dibawa penyidik ke Surabaya. Saat ini WD ditahan di Rutan Polda Jawa Timur. WD adalah pemimpin KSU Cendrawasih perusahaan kayu di Jl. Rabiajala RT 001/RW 004 Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulaupulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru.

Pada saat ini penyidik KLHK sedang mendalami kasus lainnya terkait kayu illegal berasal dari Kepulauan Aru lainnya, dengan tersangka JH (38) pimpinan CV. Mutiara Tanjung yg beralamat di Jl. Djalabil, RT/RW 001/004, Desa Siwalima, Kec. Pulau-pulau Aru, Kab. Kepulauan Aru yang diangkut dengan kapal KM Asia Ship.

“Kami mengapresiasi laporan masyarakat terkait dengan kasus ini, peran aktif masyarakat sangat penting untuk keberhasilan penegakan hukum serta penyelamatan lingkungan hidup dan kawasan hutan,” ujar Rasio Ridho Sani.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!