Sekilas Info

Dua Bulan Terakhir Kasus Covid-19 di Maluku Menurun, Sembuh Meningkat

satumalukuID/Istimewa Dari kiri: Sekda Maluku Kasrul Selang, Kakanwil Kemenag Maluku Djamaludin Bugis, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Rum Ohoirat, saat rakor terkait implementasi Surat Edaran Menteri Agama (Menag) No. 04 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M, di Kantor Kemenag Maluku, Kota Ambon, Kamis (6/5/2021).

satumalukuID- Perlahan tapi pasti, penyebaran Covid-19 di Provinsi Maluku berangsur membaik. Buktinya, dua bulan terakhir yaitu Maret dan April 2021, penularan virus korona ini mulai menurun. Sementara pasien sembuh dari wabah mematikan itu terus meningkat.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang, saat menjadi salah satu pembicara dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihelat Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Kamis (6/5/2021).

Rakor berlangsung di aula lantai III Kanwil Kemenag Maluku, Tantui, Kota Ambon, Kamis (6/5/2021). Rapat terkait Implementasi Surat Edaran Menteri Agama (Menag) No. 04 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M, itu langsung dipimpin Kepala Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis.

Menurut Kasrul, perkembangan dan kebijakan penanganan Covid-19 di Maluku jelang perayaan lebaran, dilakukan atas pertimbangan pemerintah pusat, salah satunya meniadakan mudik.

"Belajar dari pengalaman libur panjang tahun 2020 dan 2021, ada trend lonjakan kasus baru setelah libur panjang. Angkanya bervariasi, dari mulai 37 hingga 119 persen. Setiap lonjakan kasus juga diikuti peningkatan angka kematian," katanya.

Kasrul menjelaskan, pemerintah selalu berupaya menjaga trend kasus baru Covid-19. Hasilnya, selama dua bulan terakhir kasus ini mulai menurun. Sementara orang yang sembuh dari covid mengalami peningkatan.

Terkait bahaya penularan covid, Kasrul, mengaku penduduk lanjut usia (lansia) lebih berisiko terpapar. Mereka memiliki risiko kematian berkali lipat dari pada yang usia lebih muda.
"Kemudian orang dengan Komorbid (Resiko tinggi) juga punya resiko kematian lebih besar," katanya.

Dengan adanya kenaikan kasus yang sangat siginifikan dan potensi varian baru covid di beberapa negara di dunia seperti India, Argentina, Turki dan sejumlah negara Eropa, menjadi pertimbangan pemerintah sehingga ditiadakan mudik.

Disamping itu, alasan lain peniadaan mudik juga belajar dari pelaksanaan libur panjang di tahun 2020 lalu yang mengakibatkan melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.

"Ini beberapa pertimbangan yang menjadi alasan pemerintah kembali meniadakan mudik di tahun ini," katanya.

Olehnya itu, Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 di Provinsi Maluku ini meminta kepada semua elemen masyarakat Maluku untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas.

"Mari kita semua patuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Ini demi kebaikan kita semua," pintanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!