Sekilas Info

Revisi SE Gubernur Maluku: Mudik Dibolehkan Asalkan Pemudik Wajib Jalani Rapid Antigen

satumalukuID/Istimewa Ratusan pemudik tampak menjalani pemeriksaan rapid test antigen gratis di pelataran halaman parkir, belakang kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Selasa (4/5/2021).

satumalukuID- Pemerintah Daerah di berbagai wilayah termasuk Provinsi Maluku, akhirnya menerapkan kewajiban melampirkan rapid test antigen bagi para pelaku perjalanan yang akan mudik Lebaran Idul Fitri di kampung halaman.

Langkah itu diambil setelah Pemerintah Daerah Provinsi Maluku merevisi Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 451-56 Tahun 2021 Tentang Perubahan atas SE Nomor 451-52 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H, dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama Bulan Suci Ramadan di Provinsi Maluku.

Revisi atau perubahan yang diubah yaitu pada ketentuan angka 12 ayat a, pelaku perjalanan dengan moda transportasi darat/laut/penyeberangan kabupaten/ kota di Provinsi Maluku diwajibkan menunjukan hasil negatif RT PCR/ rapid test antigen.

Pertimbangan ini tentunya untuk menjaga dan melindungi masyarakat Maluku dari bahaya sekaligus pengendalian Covid 19, mengingat Provinsi Maluku telah masuk dalam zona oranye.

Terhadap hal tersebut, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengatakan, pihaknya juga akan membantu masyarakat kurang mampu yang akan melakukan perjalanan. Bantuan yang akan diberikan yakni pelayanan rapid tes antigen gratis.

Rapid antigen secara gratis itu akan dilaksanakan selama 2 hari, sejak hari ini Selasa (4/5/2021) sampai Rabu besok (5/5/2021). Pelaksanaan rapid test antigen gratis berlangsung di halam parkir, belakang Kantor Gubernur Maluku.

"Jadi, bukan kita memberikan kelonggaran mudik ya. Jika memang dia harus pulang dan tidak mampu, maka kita bantu berikan layanan rapid test antigen gratis," ungkapnya.

Saat pembukaan layanan rapid test antigen gratis dibuka, tampak ratusan masyarakat dan mahasiswa langsung menjalani pemeriksaan. Rata-rata mereka merupakan pemudik tujuan Kabupaten Maluku Barat Daya, Buru, dan Buru Selatan.

"Dari calon penumpang yang diperiksa sebanyak 407 orang, 4 orang positif. Mereka tidak diperkenankan melakukan perjalanan," kata Kasrul.

Untuk diketahui, di dalam SE sebelumnya, rapid tes hanya diberlakukan secara acak dengan indikator, jika suhu tubuh pelaku perjalanan tinggi (di atas 36 derajat celsius), maka harus dilakukan rapid antigen oleh petugas. Namun sejak dikeluarkan SE revisi, maka hal tersebut tidak berlaku lagi.

Pada kesempatan itu, Kasrul juga menegaskan, mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021 mendatang tidak ada lagi pelayaran.

"Tanggal 16 sampai 17 Mei seng (tidak) ada lagi pelayaran untuk penumpang. Yang ada hanya untuk logistik," tegasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!