Sekilas Info

Dua Pemuda Diringkus Saat Hendak Menyelundupkan Narkotika Melalui Tempat Sampah di Lapas Ambon

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Gerak gerik Rain Tehuayo dan Dibin Jamal, mencurigakan petugas Lapas Klas IIA Ambon. Setelah berhasil disergap, kecurigaan petugas ternyata benar adanya. Sebab, di balik kantong celana salah satu pelaku ditemukan dua bungkus ganja sintesis. Narkotika ini diduga hendak diselundupkan melalui tempat sampah.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Ambon, Saiful Sahri, mengaku, sebelum diamankan pada Selasa (4/5/2021) sekitar pukul 16.30 WIT, Rain dan Dibin alias Jidan ini terlebih dahulu menitipkan makanan kepada seorang narapidana melalui tempat layanan penitipan barang.

Kedua pelaku awalnya menitipkan barang pada pukul 15.00 WIT. Seperti biasanya, saat diperiksa barang yang dititipkan tersebut aman. Tidak ditemukan barang mapun benda terlarang.

Setelah barang diterima dan diperiksa, dua pelaku ini tidak langsung meninggalkan kawasan Lapas. Mereka mondar mandir keluar masuk area Lapas menggunakan sepeda motor. Aksi itu membuat Kasubsi Keamanan, Hendro Suatrean merasa curiga.

Melihat gelagat kedua pelaku tersebut, petugas pada layanan penitipan barang yang mulai dibuka untuk menerima makanan buka puasa bagi warga binaan ini, lalu berkoordinasi dengan regu pengamanan (PAM) Lapas.

"Jadi atas kesigapan dan kejelihan petugas kami, regu PAM melakukan pengejaran. Melibatkan Kasubsi Keamanan, Hendro Suatrian, Kaur Umum, Safah, P2U, Rendy Nakul, dan petugas geledah Rizal Aras," ungkap Saiful kepada satumaluku.id melalu telepon genggamnya, Rabu (5/5/2021).

Saat mulai dibuntuti, para pelaku yang awalnya masih berada di halaman Lapas kemudian keluar dan berhenti di tempat ojek yang berada di samping Lapas Perempuan Ambon.

Tak berselang lama, dua pelaku ini kembali dan berdiri di pojok halaman Lapas Ambon. Mereka selanjutnya keluar lagi menuju tempat ojek tersebut.

Selang beberapa menit, salah satu pelaku balik sendiri dengan motor. Ia bergerak menuju arah lorong perumahan dinas.

"Saat itu petugas dengan cepat berkoordinasi lalu mengejarnya dan berpapasan saat keluar dari lorong perumahan dinas. Sementara pelaku yang menunggu di tempat ojek langsung diamankan petugas Lapas lainnya," ungkap Saiful.

Dalam penggerebekan itu, mantan Kepala Rutan Piru ini mengaku salah satu pelaku sempat melarikan melarikan diri. Namun dengan kesigapan petugas, ia berhasil dikejar dan digelandang menuju Lapas Ambon.

"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa dua bungkus ganja sentetis. Barang ini dibungkus dengan kertas koran dan kertas putih, lalu disimpan di salah satu celana pelaku. Kami juga mengamankan uang tunai puluhan ribu rupiah dengan pecahan dua ribu dan sepuluh ribu," terangnya.

Dari hasil pemeriksaan kedua pelaku ini ternyata hendak menitipkan rokok tersebut melalui tempat sampah, sambil menunggu orang membuang sampah.

"Untuk pengembangan selanjutnya saya kemudian koordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Ambon. Kedua pelaku yang sempat diamankan di Lapas Ambon kemudian diserahkan dan diterima langsung oleh Bripka La Ode Herman (anggota polisi)," terangnya.

Menyoal terkait apakah ganja sintesis tersebut atau dengan nama lain tembakau gorila ini akan diselundupkan kepada salah satu narapidana yang berada di dalam Lapas Ambon, Saiful meminta media ini untuk langsung menanyakan perkembangan selanjutnya di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

"Itu yang menurut mereka tidak ke mana tapi berkeliaran depan kantor. Dan bisa lebih jelas langsung tanyakan ke Satnarkoba Polresta Ambon," pintanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!