Sekilas Info

Oknum PNS Narkotika Warga Batu Merah Ambon Dituntut Bersalah Terancam Penjara 4 Tahun

satumalukuID/Istimewa Ilustrasi

satumalukuID- Rusjaya Wali alias Egi, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Ambon, yang merupakan terdakwa kasus narkotika dituntut bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Rabu (28/4/2021).

Pemuda 34 tahun, warga Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu dituntut 4 tahun penjara karena terbukti melanggar pasal 127 ayat (1) huruf a jo pasal 144 ayat (1) nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Meminta kepada majelis hakim agar memvonis terdakwa dengan kurungan penjara selama 4 tahun, di potong masa tahanan," pinta JPU Arsito Djohar saat membaca amar tuntutannya.

Sidang yang berlangsung tertib aman dan lancar ini dipimpin ketua majelis hakim Feliks R. Wuisan. Terdakwa sendiri didampingi kuasa hukumnya, Dominggus Huliselan.

Selain kurungan badan, Jaksa juga menyatakan barang bukti terdakwa berupa satu paket narkotika jenis sabu-sabu, satu paket alat hisap sabu, satu buah kaca pirex, lima buah korek api gas, satu buah HP Iphone 11 Pro, dirampas untuk dimusnahkan.

Berdasarkan fakta persidangan, perbuatan terdakwa terungkap pada Jumat (13/11/2020) sekitar pukul 22.00 WIT lalu. Terdakwa diciduk di Hotel Paccific Ambon.

Penangkapan terdakwa berawal saat aparat Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease mendapatkan informasi bahwa terdakwa sedang mengkonsumsi narkotika golongan I bukan tanaman itu, di dalam kamar 330 hotel Paccific Ambon.

Mendapat kabar itu dari informan, petugas bergerak menuju hotel. Sebelum menyergap, petugas lebih dulu meminta ijin kepada resepsion untuk sama-sama ke kamar yang ditempati terdakwa.

Tiba di depan pintu, petugas kemudian mendobrak pintu kamar dan melihat terdakwa sedang menguasai narkoba jenis sabu tersebut.

Terdakwa kemudian diamankan digelandang menuju Markas Satresnarkoba di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!