Sekilas Info

Hari ke-15 Baru Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H di Massa Pandemi Covid di Maluku Dikeluarkan

satumalukuID/Husen Toisuta Jubir Satgas Penanganan Covid-19, dr. Adonia Rerung, saat memberikan keterangan pers di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Senin (26/4/2021).

satumalukuID- Di hari ke-15 Ramadan, Gubernur Maluku Murad Ismail, baru mengeluarkan panduan ibadah di bulan suci ini hingga perayaan Lebaran Idul Fitri 1442 H, nanti.

Panduan ibadah melalui surat edaran Nomor 451.11-51 Tahun 2021 ini dikeluarkan sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi
masyarakat dari risiko Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung, dalam keterangan pers di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Senin (26/4/2021), mengungkapkan, untuk mencegah penyebaran dan risiko Covid-19, maka terdapat 12 poin yang diinstruksikan sebegai berikut:

Kepada umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.

Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

Pengurus masjid/mushala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain, yakni shalat fardhu 5 waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/mushala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukenah masing-masing.

Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15 menit, dan peringatan Nuzulul Quran di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Pengurus dan pengelola masjid/mushala wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/mushala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

Kegiatan ibadah Ramadan di masjid/mushala, seperti shalat tarawih dan witir, tadarus Alquran, iktikaf dan Peringatan Nuzulul Quran Tidak Boleh dilaksanakan di daerah yang termasuk kategori zona merah (risiko tinggi) dan zona orange (risiko sedang) penyebaran Covid-19 berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah.

Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, di daerah yang masuk kategori risiko rendah (zona kuning) dan aman dari penyebaran Covid-19 (zona hijau), wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50% dari
kapasitas tempat/lapangan.

Terkait Vaksinasi Covid-19, dr. Adonia, mengungkapkan bisa dilakukan di bulan Ramadan. Ini berpedoman kepada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya.

Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.

Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukuwwah bashariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu
persatuan umat.

Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilainilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As Sunnah.

"Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah," kata dr. Adonia, membaca panduan surat edaran tersebut.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!