Sekilas Info

Mayjen Rahawarin: Pertina Kehilangan dan Berduka Atas Meninggalnya Legenda Tinju Amatir Albert Papilaya

Ketua Harian Pertina Mayjen TNI Jeffry Rahawarin saat berfoto bersama tin tinju Maluku yang dipersiapkan untuk PON Papua 2021,

satumalukuID - Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tinju Nasional Indonesia (Pertina), merasa kehilangan dan berduka mendalam atas meninggalnya mantan petinju legendaris, Albert Papilaya.

Duka cita dunia tinju amatir Indonesia lantaran Komisaris Polisi (Kompol) Albert Papilaya meninggal dunia karena sakit di RSUD dr Hasan Boesoeri Ternate pada sekitar pukul 01.40 WIT, Minggu dinihari (18/4/2021).

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian PP Pertina, Mayjen TNI Jeffry Rahawarin yang kini juga menjabat Pangdam XVI Pattimura kepada satumaluku.id di Ambon, Minggu (18/4/2021).

"Kami berduka. Kehilangan salah satu petinju terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Albert orangnya baik dan berdedikasi untuk bangsa. Beliau adalah legenda. Tuhan punya rencana lain untuk dia," ujar jenderal bintang dua itu.

Baca Juga: Albert Papilaya, Legenda Tinju Amatir Indonesia Itu Meninggal Dunia di Ternate

Rahawarin mengaku, almarhum sangat dekat dengan dirinya. "Saya libatkan beliau saat ikut Munaslub PP Pertina bulan Desember 2020 bertempat di KONI Pusat. Saya masukan namanya dalam kepengurusan PP Pertina 2020-2024 sebagai anggota bidang teknis," katanya.

Rahawarin ungkapkan, beberpa bulan lalu saat dilakukan Pelatnas atlit untuk Olimpiade pihaknya juga libatkan Albert sebagai salah satu pelatih, mengingat pengalaman nya yang luar biasa, petinju yang disiapkan 2 orang atas nama Michael Muskita (Jabar) dan Sunan (Maluku Utara).

"Sayangnya Pelatnas dibubarkan 2 bulan lalu karena kualifikasi Olimpiade terakhir yang rencana nya di Paris Perancis batal. Selanjutnya kesehatan Albert menurun sehingga beliau kembali ke Maluku Utara, sehingga kita tidak melibatkannya sebagai pelatih dalam rangka SEA Games di Vietnam bulan Desember tahun ini," jelas Rahawarin.

Menurutnya, rencananya Albert dikebumikan di Jailolo pada hari Selasa (19/4/2021). Terkait dengan itu, PP Pertina diwakili oleh pak Jasman sebagai Ketua Pertina Maluku Utara yang juga sekaligus Wakil Sekertaris PP Pertina juga.

Kabar kematian petinju legendaris yang bertugas di Polda Metro Jaya itu spontan ramai ditanggapi di media sosial. Beberapa rekan petinjunya baik di Pelatnas saat wakili Indonesia maupun Pelatda Maluku, turut berkomentar dan mengungkapkan kenangan, rasa hormat dan turut betduka cita yang dalam.

Baca Juga : Kompol Albert Papilaya, Legenda Tinju Amatir Indonesia yang Pernah Diajak Berkarir Pro di Amerika

Mereka diantaranya Pino Bahari, Hermanses Ballo, Bara Gomies, Damianus Jordan, La Paene Masara, Ramli Sahibu, Apeles Letty, Agus Titaley serta Ongki Nanulaita sebagai Sekretaris Pengprov Pertina Maluku.

Albert Papilaya memulai karier tinju amatir nasional dimulai dari Ternate dan kemudian pindah ke Ambon untuk masuk PPLP Tinju Maluku dan Pelatda. Prestasinya kemudian melejit di arena nasional. Ia tercatat sudah ikut PON sebanyak 5 kali. Hasilnya untuk Maluku 1 medali emas, 1 perak serta kemudian pindah ke DKI Jaya dan sumbangkan 3 emas.

Ptestasi spektakuler lainnya yaitu 7 kali ikut SEA Games sejak 1989 hingga 2001. Hasilnya luar biasa yaitu meraih 6 medali emas dan 1 perak. Tak sampai disitu saja. Albert juga sukses meraih medali emas atau juara Asia sebanyak 4 kali pada tahun 1985, 1992, 1993 dan 1997.

Selain itu, Albert tercatat satu-satunya petinju Indonesia yang mampu lolos ke 8 Besar atau perempatfinal sebanyak dua kali pada Kejuaraan Dunia 1989 di Rusia dan 1995 di Jerman maupun Olimpiade di Barcelona 1992.

Ia juga pernah menjuarai turnamen internasional President Cup di Jakarta, Majors Cup di Manila, Seoul Cup di Korea, Morotius Cup di Afrika, Santau Cup di Cina serta di India. "Beta lupa karena banyak kejuaraan yang dijuarai," katanya beberapa waktu lalu.

Yang uniknya. Sejak remaja bertinju di Ternate hingga pensiun dari ring tinju. Ia sudah bertanding di semua kelas tinju mulai dari layang ringan 45 kg hingga kelas berat 91 kg. "Beta sudah main di semua kelas tinju. Yang paling lama itu kelas 63,5 kg, 75 kg dan 81 kg. Kelas berat 91 kg malah beta juara di India," ungkap Albert yang kenal baik dengan Oscar De La Hoya legenda tinju prof Amerika Serikat saat di Olimpiade 1992 Barcelona kepada media ini beberapa bulan lalu. (novi pinontoan)

Baca Juga

error: Content is protected !!