Sekilas Info

Albert Papilaya, Legenda Tinju Amatir Indonesia Itu Meninggal Dunia di Ternate

satumalukuID - Kabar duka cita bagi dunia tinju amatir Indonesia. Pasalnya, salah satu petinju legendaris nasional yakni Komisaris Polisi (Kompol) Albert Papilaya dikabarkan telah meninggal dunia karena sakit di RSUD dr Hasan Boesoeri Ternate pada sekitar pukul 01.40 WIT, Minggu dinihari (18/4/2021).

Informasi yang dihimpun satumaluku.id dari beberapa kerabat dan sahabat Albert Papilaya di Ternate, membenarkan bahwa mantan petinju andalan Indonesia itu memang dirawat di sana dan akhirnya meninggal dunia.

"Iya benar bung Albett telah meninggal. Beliau sakit dan kondisinya menurun terus. Saya dan beberapa sahabat pada Sabtu pagi sudah menjenguknya di rumah sakit. Dan pada sekitar 02.30 WIT, saya ditelpon keluarga Albert yaitu ibu Rita Hasan bahwa beliau telah tiada," ungkap Yul Pattiasina, sahabat Albert di Ternate yang dihubungi satumaluku.id via telepon, Minggu dinihari.

Menurutnya, Albert sudah sebulan berada di Jailolo dan Ternate, Maluku Utara. Ia cuti karena sakit dan pulang ke daerah kelahiran dan tempatnya dibesarkan. "Infonya beliau jalani pengobatan alternatif tradisiional di Jailolo. Tapi kondisinya terus menurun. Lalu dibawa ke rumah sakit Jailolo tapi akhirnya dirujuk ke RSUD Ternate," tutur Yul.

Sementara itu, istri Albert yakni Florence Nanere yang saat dihubungi Minggu dinihari belum bisa berkomentar banyak karena sedang berada di kamar jenasah. Namun diinfokan jenasah Albert akan dimakamkan di Jailolo. Namun kapan pemakamannya belum ditentukan.

Baca Juga: Kompol Albert Papilaya, LegendaTinju Amatir Indonesia yang Pernah Diajak Berkarir Pro di Amerika

Sebelumnya, kepada media Florence mengaku tidak mengetahui persis penyakit yang diderita suaminya. “Tiba-tiba kayak seperti stroke ringan. Tapi, kalau mau dibilang stroke tidak juga. Tensi tidak tinggi. Bingung juga. Ketika memilih pulang ke kampung, Alberth masih kuat," katanya.

“Pada 3 Maret 2021 di Jailolo, Albert mulai tidak bisa jalan dan jalani berobat alternatif. Awal April mulai drop, setelah video call dengan anaknya yang di Jakarta. Sekarang anaknya sudah di sini,” ungkapnya.

Albert Papilaya selain mantan petinju top Indonesia. Ia juga adalah seorang anggota Polri berpangkat Kompol atau satu melati di pundaknya. Kariernya di Polri dimulai dari satuan elit Brimob di Kelapa Dua Depok. Jabatan yang disandangnya sebelum meninggal adalah Kepala Seksi Pasdal 2 Samapta Polda Metro Jaya.

Karier di tinju amatir nasional dimulai dari Ternate dan kemudian pindah ke Ambon untuk masuk PPLP Tinju Maluku dan Pelatda. Prestasinya kemudian melejit di arena nasional. Ia tercatat sudah ikut PON sebanyak 5 kali. Hasilnya untuk Maluku 1 emas, 1 perak serta kemudian pindah ke DKI Jaya dan sumbangkan 3 emas.

Ptestasi spektakuler lainnya yaitu 7 kali ikut SEA Games sejak 1989 hingga 2001. Hasilnya luar biasa yaitu meraih 6 medali emas dan 1 perak. Tak sampai disitu saja. Albert juga sukses meraih medali emas atau juara Asia sebanyak 4 kali pada tahun 1985, 1992, 1993 dan 1997.

Selain itu, Albert tercatat sebagai satu-satunya petinju Indonesia yang mampu lolos ke 8 Besar atau perempatfinal di Kejuaraan Dunia maupun Olimpiade di Barcelona 1992.

Yang uniknya. Sejak remaja bertinju di Ternate hingga pensiun dari ring tinju. Ia sudah bertanding di semua kelas tinju mulai dari layang ringan 45 kg hingga kelas berat 91 kg. "Beta sudah main di semua kelas tinju. Yang paling lama itu kelas 63,5 kg, 75 kg dan 81 kg. Kelas berat 91 kg malah beta juara di India," ungkap Albert yang kenal baik dengan Oscar De La Hoya legenda tinju prof Amerika Serikat kepada media ini beberapa bulan lalu.

Akhirnya, Tuhan yang memberi, Tuhan jualah yang mengambil. Selamat jalan sang legenda, Albert Papilaya. Beristirahatlah di kedamaian abadi. Prestasi dan jasamu bagi bangsa tetap dikenang. (novi pinontoan)

Baca Juga

error: Content is protected !!