Sekilas Info

Tiga Terduga Koruptor Dana PDAM Tanimbar Senilai Rp.1,8 M Didakwa Jaksa

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Yoksan Batlayar (64), eks Direktur PDAM Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB/Saat ini Tanimbar), dan dua anak buahnya yaitu Yulius Watumlawar (50), Kabag Keuangan, dan Lucyana Lethulur (36), bendahara pengeluaran, akhirnya didakwa jaksa penuntut umum, Muhamad Adzhari Tanjung di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (15/4/2021).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan terkait kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal Pemkab MTB dan dana penerimaan kas PDAM periode Juli 2018-Desember 2018.

Akibatnya, negara dirugikan sebesar Rp.1.808.236.840. Ini berdasarkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara/Daerah Inspektorat Daerah Pemkab kepulauan Tanimbar nomor : 700/LAK-32/IX/2020 tanggal 11 September 2020.

Sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim, Cristina Tetelepta. Sementara tiga terdakwa didampingi penasehat hukum, Anthoni Hatane.

Dalam berkas dakwaan menjelaskan, para terdakwa dipandang telah melakukan perbuatan berlanjut menggunakan dana penyertaan modal Pemkab MTB tahun 2018 dan dana penerimaan kas PDAM periode Juli 2018-Desember 2018. Total dana itu sebesar Rp.2 M.

Sayangnya, dalam realisasi anggaran tersebut, dari kas perusahan sebesar Rp.1,5 M. Dana itu dicairkan tiga tahap. Awalnya 27 Agustus, 1 Oktober, dan 11 Desember 2018.

Ketiga terdakwa tidak mengelola uang sesuai peruntukannya. Mereka leluasa mencairkan dana sedangkan tidak didukung dengan bukti penggunaan dana yang sah.

Selain itu, jaksa juga menyebutkan bahwa ketiga terdakwa bekerjasama untuk penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan SOP yang berlaku.

Ketiga terdakwa juga telah melakukan korupsi memperkaya diri sendiri dan orang lain, sehingga negara mengalami kerugian keuangan sebesar lebih dari Rp.1,8 M.

"Perbuatan ketiga terdakwa sebagaimana didakwa melanggar pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999, jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 KUHP," ucap jaksa dalam dakwaannya.

Pekan depan atau pada Kamis (22/4/2021) mendatang, sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi akan dilaksanakan.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!