Sekilas Info

Kelas Alam Shedini Edukasi Soal Sampah dan Ajarkan Anak-anak Bikin Ecobrick di Hukurila Ambon

satumalukuID/Istimewa Kelas Alam Shedini mengajarkan anak-anak membuat ecobrik dari sampah bekas kemasan, berlangsung di kawasan ekowisata Shedini Ambon Island, yang berlokasi di Pantai Welaring, Hukurila.

satumalukuID - Pekerja kemanusiaan yang juga pendiri Clerry Cleffy Institute, Dwi Prihandini, kembali mengajak anak-anak SDN Hukurila terlibat dalam kegiatan kreatif pada Kelas Alam Shedini, dengan materi daur ulang sampah, yang digelar Kamis (15/04/2021), bertempat di kawasan ecowisata Shedini Ambon Island, yang berlokasi di Pantai Welaring, Hukurila, Kota Ambon.

“Kali ini saya menghadirkan kelas dengan materi daur ulang sampah, sebab di sini merupakan lokasi ekowisata Shedini yang terletak di pantai, dan kami sering memanen sampah dari laut,” ungkap Dwi kepada satumaluku.id, Jumat (16/04/2021).

Dwi katakan, dia memilih Jojo Manuhuwa dari Beta Bank Sampah sebab yang bersangkutan konsisten mengusung pengelolaan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat, sekaligus menanamkan nilai kepada anak-anak mengenai pentingnya mencintai laut yang mereka miliki.

“Harapan saya anak-anak dapat mengolah limbah di lingkungan mereka, sekaligus mengedukasi teman-teman mereka. Kali ini jumlah peserta hanya 25 orang, sebab materi kali ini lebih serius daripada kelas sebelumnya. Anak-anak juga senang dengan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Jojo Manuhuwa menyampaikan, bahwa materi yang diajarkan kepada anak-anak yakni mengenal jenis-jenis plastik serta bahannya dan dampak dari sampah plastik.

“Kita juga ajarkan mereka cara mengurangi sampah plastik, dengan cara mengolah sampah-sampah tersebut menjadi ecobrick. Sampah plastik yang anak-anak bawa pada kegiatan ini, adalah hasil dari membersihkan pesisir pantai sekitar rumah mereka dan dari lingkungan rumah mereka,” jelasnya.

Jojo mengaku, anak-anak sangat antusias dan semangat ketika diajarkan tentang ecobrick, sampai para anak beserta para guru ingin nantinya membuat ecobrick sebagai tugas prakarya mereka di sekolah, yang nanti akan dikerjakan di rumah masing-masing.

“Mereka ingin sekali untuk menjadi nasabah Beta Bank Sampah, dan saya merespon dengan gembira karena niat mereka ingin mengumpulkan sampah di hari-hari kedepan untuk dijadikan ecobrick,” tuturnya.

Jojo menambahkan, pada saat workshop di Kelas Alam Shedini, yang dimulai dari pukul 10.00 sampai jam 12.00, anak-anak menghasilkan satu buah kursi ecobrick dengan berhasil memasukkan 4.200 lembar sampah plastik ke dalam 12 botol sampah plastik.

“Ini sangat menggembirakan karena mereka semua antusias dan cepat sekali paham dengan cara pembuatan ecobrick. Harapan saya dari kegiatan ini bukan saja sampai di situ. Minimal mereka telah paham soal bahaya dampak sampah plastik dan tahu cara kerja membuat ecobrick. Harapannya anak-anak ini dapat memberi energi dan semangat positif untuk orang-orang dewasa di lingkungan mereka,” papar Jojo.

Terlebih lagi, dia katakan, daerah tempat tinggal mereka berada di pesisir Pantai Negeri Hukurila, yang terkenal dengan potensi wisata lautnya.

“Semoga pemerintah maupun pemuda negeri bisa melaksanakan program-program berbasis lingkungan secara baik, dengan melibatkan bukan saja anak-anak kecil, tapi seluruh lapisan masyarakat. Saya juga sangat berterima kasih kepada Ibu Dwi Prihandini dengan Kelas Alam Shedini, yang terus berupaya melakukan aktivitas-aktivitas positif buat anak-anak di Negeri Hukurila” pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!