Sekilas Info

Terduga Narkotika Jaringan Rutan Ambon Dipastikan Disangkakan Pasal Berlapis

satumalukuID/Istimewa Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol M.Z. Muttaqien tampak memberikan keterangan pers saat memimpin razia bersama Kanwil Kemenkumham Maluku, Polsek Baguala dan Koramil Baguala di Rutan Klas II Ambon.

satumalukuID- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku, Brigjen Pol M.Z. Muttaqien, memastikan para terduga peredaran gelap narkotika jaringan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II Ambon, akan disangkakan pasal berlapis. Yaitu Undang-undang narkotika dan Pencucian Uang (TPPU).

Para terduga narkotika jaringan Rutan Ambon yang saat ini masih diamankan, yaitu dua oknum PNS Kemenkumham Maluku, IT dan MC. Mereka terungkap setelah tim gabungan menyergap dua kurir yakni VN, dan EP, serta bandar narkotika RB, yang merupakan narapidana Rutan Ambon.

"Besok (Minggu) pagi Saya pimpin gelar perkara untuk memutuskan status lima orang terkait status jaringan narkoba antar Pulau di Provinsi Maluku yang dikendalikan dari dalam Rutan Ambon," ungkap Muttaqien melalui telepon genggamnya, Sabtu (10/4/2021).

Menurutnya, gelar perkara yang akan dilakukan besok untuk menentukan status para terduga narkotika itu, sesuai dengan peran mereka.

"Insha Allah kami Merah Putih (tegakan aturan) dalam perkara ini. Kita akan gunakan undang-undang berLapis yaitu UU narkotika dan UU Pencucian Uang," tegasnya.

Baca juga;  https://www.satumaluku.id/2021/04/06/bnnp-bongkar-bisnis-narkotika-jaringan-rutan-ambon-dua-pegawai-kemenkumham-hingga-50-gram-sabu-sabu-diamankan/

Baca juga;  https://www.satumaluku.id/2021/04/06/dua-pegawai-perempuan-diduga-terlibat-peredaran-narkotika-ini-kata-kakanwil-kemenkumham-maluku/

Penerapan pasal berlapis yang akan digunakan, lanjut jenderal bintang 1 Polri di Maluku ini, sama seperti pada kasus sebelumnya yaitu Gerald Tomatala (GT), bandar narkotika yang saat ini sudah berada di Lapas Nusakambangan.

"Seperti kasus Bandar Narkoba inisial GT asal Pulau Seram yang sudah diputus Ketua Pengadilan Tinggi dengan putusan 23 tahun penjara dan disita harta kekayaannya," tegas Muttaqien.

Muttaqien menyebutkan, pihaknya menggunakan Criminal Justice System (CJS) dalam penanganan kasus ini. Sistim CJS ini terdiri dari BNNP, Polri, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan dan Kanwil Kemenkumham Maluku.

"Kami sudah sepakat satu persepsi untuk Merah Putih dalam penenggakan hukum terkait kasus narkoba. Ini dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda dan anak bangsa Maluku," terangnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diperoleh dari Kemenkumham Maluku, perkara narkoba merupakan salah satu kasus terbesar di Maluku. Narkoba menempati posisi kedua setelah kasus Pelecehan Anak. Dan pada posisi ke tiga yaitu perkara Korupsi.

"Jadi kami mengajak semua pihak untuk menyelamatkan generasi penerus anak bangsa Maluku. Caranya dengan memulai menciptakan keluarga Bersinar (Bersih Dari Narkoba). Mari bangkitlah para Pattimura Muda di Bumi Raja-raja Maluku tercinta ini dengan Tolak Narkoba dan War on Drugs. Mari lawan narkoba," ajak Muttaqien.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!