Sekilas Info

18 Pucuk Senjata Api Rakitan dan Amunisi Sisa Konflik Maluku Ditemukan Kodam XVI/Pattimura

satumalukuID/Istimewa Panglima Kodam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Jeffry Apoly Rahawarin (dua dari kanan) tampak memantau belasan pucuk senjata api rakitan yang diterima dari masyarakat di Lapangan Rindam Pattimura, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (10/4/2021).

satumalukuID- Sebanyak 18 pucuk senjata api rakitan, baik laras panjang maupun pendek, satu buah magazen dan 16 butir amunisi berbagai kaliber, ditemukan aparat Resimen Induk Kodam (Rindam) XVI/Pattimura.

Belasan unit peralatan perang yang diduga sisa konflik kemanusiaan tahun 1999 silam itu, diserahkan Komandan Rindam, Kolonel Inf R. Dwi Tjahjo Harsono, kepada Panglima Kodam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Jeffry Apoly Rahawarin.

Penyerahan benda-benda mematikan itu dilakukan usai Pelaksanaan Penutupan Pendidikan Tamtama TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun 2020, di Lapangan Rindam Pattimura, Kawasan Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Pulau Ambon), Sabtu (10/4/2021).

Belasan pucuk senpi rakitan dan amunisi itu didapat dari hasil pembinaan teritorial prajurit Rindam kepada masyarakat di wilayah binaannya.

Hasil pembinaan tersebut berhasil menyadarkan masyarakat. Warga akhirnya secara sukarela menyerahkan berbagai senjata berbahaya yang masih tersimpan.

Penyerahan puluhan benda yang diduga bekas peninggalan konflik horizontal pada puluhan tahun silam di Maluku ini, mendapat apresisasi positif dari Panglima Kodam Pattimura, putra asli Maluku ini.

Menurut Pangdam Jeffry, Danrindam Pattimura dan jajarannya berhasil menjalankan tugas di luar dari tugas pokoknya sebagai satuan pencetak prajurit bintara dan tamtama.

"Danrindam dan jajarannya juga mampu melaksanakan kegiatan binter terbatas dan terbukti, bisa memperoleh senjata dan amunisi dari masyarakat secara sukarela," salut Jeffry.

Untuk diketahui, dengan adanya penyerahan puluhan benda berbahaya tersebut, sampai saat ini Kodam Pattimura sudah berhasil mengumpulkan sebanyak 106 pucuk senjata api dari masyarakat.

Ratusan pucuk senjata api itu terdiri terdiri dari 6 Organik dan 100 pucuk senjata rakitan. Sementara jumlah amunisi yang didapat sebanyak 252 butir dengan keliber campuran.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!