Sekilas Info

Eks Direktur Pemasaran Bank Maluku Diduga Berbohong, Pengacara Minta Willem Patty Kembali Dihadirkan

satumalukuID- Eks Direktur Pemasaran PT. Bank Pembangunan Daerah Maluku, Willem Patty, diduga berbohong saat dihadirkan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, sebagai saksi dalam kasus korupsi penjualan dan pembelian (reverse repo) surat-surat hutang/obligasi Tahun 2011 sampai 2014.

Kebohongan Willem terkuak dalam penjelasan dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Achmad Attamimi Cs, yaitu Yanti Khari, Kasubdiv Trisury dan Muhamad Basalama sebagai Analis Divisi Trisury, Bank Maluku. Sidang lanjutan dipimpin Ketua Majelis Hakim Pasti Tarigan, Rabu (31/3/2021).

Pernyataan Willem sebagai saksi di ruang sidang terlihat berbeda dengan keterangan saksi-saksi lain yang dihadirkan dalam kasus tindak pidana korupsi atas  terdakwa Idris Rolobessy dan Izack B Thenu tersebut.

Saksi Muhammad Basalama menyampaikan, denda Rp.100 juta yang dibebankan Bank Indonesia kepada Bank Maluku saat itu karena tidak melaporkan produk baru dari kerjasama Repo Obligasi maupun MTN.

Menurut Balasama, denda yang dibebankan itu ditanggung dan dibayarkan Bank Maluku akibat dari keterangan dari hasil pemeriksaan OJK. Di mana keterangan tersebut diperkuat melalui bukti yang ditunjukan kepada Majelis Hakim. Keterangan saksi ini menunjukan bahwa penyampaian Willem Patty sebelumnya adalah tidak benar.

Dalam sidang sebelumnya Willem yang sudah disumpah mengaku denda Rp.100 juta tersebut telah ditanggung oleh seluruh Direktur di Bank Maluku secara pribadi. Biaya tanggungan masing-masing Rp.25 juta untuk empat Direksi.

Selain persoalan keterangan mantan Direktur Pemasaran Bank Maluku ini, saksi Muhammad Basalamah juga mengungkapkan bahwa sejak kerjasama Repo Obligasi berjalan, Divisi Trisury tidak pernah meminta analisa dari Direktur Kepatuhan yang saat itu dijabat Isack B Thenu. Padahal menurutnya analisa merupakan hal yang wajib dilakukan.

"Permintaan analisa Repo Obligasi dari Direktur Pemasaran tidak pernah diajukan," kata dia.

Penyampaian saksi itu diperkuat dengan keterangan Yanti, Kasubdiv Trisuri. Yanti mengatakan divisinya tidak pernah meminta kajian operasional dari Direktur Kepatuhan saat mengetahui transaksi Repo bermasalah.

Keterangan dua saksi yang dihadirkan tersebut kontradiktif dengan pernyataan Willem Patty sebelumnya. Sehingga pengacara atau kuasa hukum terdakwa, Adolof Saleky meminta JPU melalui majelis hakim untuk kembali menghadirkan Willem Patty.

"Ini keterangan saksi berbeda lagi, kami minta kalau bisa pak Willem Patty kembali dihadirkan dalam sidang lanjutan nanti," pinta Doktor Hukum Pidana itu.

Permintaan Dosen pada Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) ini direspon JPU Achmad Attamimi. Permintaan kuasa hukum akan dipenuhi.

"Nanti kita upayakan," kata Attamimi singkat.

Mendengar keterangan saksi, hakim selanjutnya mengakhiri sidang dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda masih mendengar keterangan saksi.

Foto: Sidang kasus Repo Bank Maluku dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Rabu (31/3/2021). satumalukuID/Husen Toisuta

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!