Sekilas Info

Presiden Akhirnya Perintahkan Pembebasan Lahan 200 Hektar Bangun Ambon New Port

Dok satumalukuID/Husen Toisuta Kawasan pembangunan Ambon New Port, dipantau dari laut antara perbatasan Negeri Waai dan Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Pulau Ambon, Jumat (5/2/2021).

satumalukuID- Presiden RI Joko Widodo akhirnya memerintahkan agar lahan seluas 200 hektar yang sudah disiapkan Pemerintah Maluku, segera dibebaskan untuk pembangunan Ambon New Port di Pulau Ambon.

Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat khusus yang dihadiri Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, para Menteri Kabinet dengan Gubernur Maluku Murad Ismail, di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, mengaku, dirinya bersama beberapa menteri dengan Gubernur Maluku sudah menghadap Presiden dan Wapres RI. Ada dua hal yang dibahas dalam rapat terbatas tersebut.

"Hal yang pertama yang dibahas itu pembangunan New Ambon sebagai Lumbung Ikan Nasional, dan kedua kita membahas atau melaporkan berkaitan dengan pemanfataan Utilisasi Kertajati serta fungsi-fungsi MRO," kata Budi dalam keterangan pers melalui chanel youtube Sekretariat Presiden.

Budi mengatakan, untuk mewujudkan sentara Lumbung Ikan Nasional (LIN), dibutuhkan satu pelabuhan yang didalamnya terdapat kawasan industri. Apalagi di kawasan Timur Indonesia kaya akan potensi perikanan.

"Untuk point pertama sebagaimana kita ketahui, Indonesia bagian timur kaya akan ikan. Dan dalam laporan menteri KKP banyak sekali yang bisa diefektifkan agar fungsi-fungsi penangkapan itu bisa maksimal," katanya.

Dari laporan tersebut, pihaknya kemudian melihat bahwa untuk menjadikan sentra LIN tidak cukup mengembangkan pelabuhan-pelabuhan yang ada saat ini.

"Tidak cukup pelabuhan-pelabuhan yang ada dikembangkan atau digunakan tetapi kita membutuhkan satu pelabuhan dimana pelabuhan itu bersama dengan kawasan industri," jelasnya.

Olehnya itu Presiden Jokowi mengarahkan agar pembangunan Ambon New Port di Pulau Ambon, harus dilakukan. Dimulai dengan pembebasan lahan seluas 200 hektar dan menyiapkan infrastruktur dasarnya.

Setelah infrastruktur dasar disiapkan, Budi mengaku pembangunan Ambon New Port kemudian dikerjasamakan dengan pihak swasta. Di mana, nilai investasi mencapai Rp. 5 triliun.

"Arahan presiden kita akan melakukan pembangunan solicited. Artinya pemerintah mulai membebaskan lahan dan mempersiapkan infrastruktur dasar. Setelah itu pemerintah akan melakukan lelang KPBU kerjasama antara pemerintah dengan swasta yang investasinya kurang lebih 5 triliun. Tahap awal untuk 1,3 triliun," ungkapnya.

Menhub Budi menambahkan, setelah itu kawasan Ambon New Port ini akan dikembangkan menjadi 900 hektar.

"Ada oppurtunity (peluang) untuk mengembangkan kawasan menjadi 900 hektar. Di mana swasta akan membebaskan 700 hektarnya," ujar dia.

Budi menyebutkan, Ambon New Port  akan dibangun selama dua tahun. Untuk sementara optimalisasi hasil perikanan akan dilakukan di dua pelabuhan di Ambon. Yaitu Pelabuhan Yos Sudarso dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Tantui.

"Oleh karenanya Presiden perintahkan kami untuk mempersiapkan dan bekerjasama dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan melalui SNI memberikan konsultasi," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!