Sekilas Info

IN MEMORIAM

John Tanamal: Penyanyi Rendah Hati dan Melayani Tuhan 25 Tahun Itu Telah Tiada

Kabar duka kembali terjadi pada dunia musik Indonesia asal Ambon Maluku. Setelah Glenn Fredly dan Yopie Latul. Kini artis senior John Tanamal juga dipanggil oleh sang pencipta.

John Tanamal yang lahir di Ambon 13 Januari 1957 ini meninggal dunia pada sekitar pukul 01.35 WIB di RS Carolus Jakarta akibat sakit yang dideritanya, Jumat dinihari (26/3/2021).

Musisi senior Minggus Tahitoe yang dihubungi satumaluku.id di Jakarta, menginformasikan bahwa jenasah John kini disemayamkan di GPIB Bahtera Iman, kawasan Bukit Nusa Indah Serua - Ciputat, Tangerang

Minggus akui kehilangan rekan seprofesi di dunia musik dan sudah dianggap sebagai saudara sesama artis yang berasal dari Ambon. Ia juga salut atas totalitas John Tanamal di lagu rohani atau gerejawi setelah berkarier di lagu-lagu komersil populer.

"Dulu kita sama-sama di musik duniawi atau populer. John punya potensi. Sayangnya, dia bersama Pieter Hehanusa dan Helmi Pesolima, punya warna suara dan style mirip Broery Pesolima yang saat itu sudah terkenal luas dan go internasional. Jadinya mereka berada dibawah bayang-bayang Broery," tutur Minggus, suami dari artis almarhum Diana Nasution dan ayah Ello.

Ia pun respek pada John Tanamal yang dengan sukacita pindah ke jalur musik gerejawi dan rohani sebagai spesialisnya. "John benar-benar total melayani dan memuji Tuhan dengan suaranya. Ia menjadi ikon bagi gereja-gereja tradisional," ungkap pencipta lagu Malam Yang Dingin, Ketika Cengkeh Berbunga dan Pergi Untuk Kembali ini.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!