Sekilas Info

Penyidik Tipikor Polda Maluku Kembali Panggil Mantan Gubernur di Kasus Proyek Fiktif Rumdis Poltek Ambon

satumalukuID- Usai memeriksa Karel Albert Ralahalu, mantan Gubernur Maluku, pada Rabu (17/3/2021) lalu, penyidik Tipikor, Ditreskrimsus Polda Maluku, kembali memanggil Said Assagaff di kasus serupa, yaitu dugaan korupsi pembangunan Rumah Dinas (Rumdis) Politeknik Negeri (Poltek) Ambon.

Karel diperiksa sebagai saksi dalam proyek fiktif yang dianggarkan dalam APBN tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010 silam di Markas Ditreskrimsus Mangga Dua, Kota Ambon.

Setelah Gubernur Maluku periode 2003 - 2013 itu diperiksa, penyidik kembali memanggil mantan Gubernur Maluku, Said Assagaff. Gubernur 1 periode ini rencananya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Sekda Maluku di massa Karel Albert Ralahu, Gubernurnya.

"Kita sudah kirim surat panggilan (kepada Assagaff) untuk diperiksa sebagai saksi. Assagaff diperiksa sebagai sekda Maluku," kata Direktur Krimsus Polda Maluku Kombes Pol Eko Santoso, melalui Kanit II Subdit Tipikor, Kompol Laurens Werluka, di Ambon, Rabu (24/3/2021).

Laurens mengaku, surat panggilan di layangkan sesuai alamat domisili Said Assagaff di Makassar, Sulawessi Selatan. Tapi, pihaknya kemudian mendapat informasi kalau yang bersangkutan sedang sakit. Saat ini sedang dirawat di Jakarta.

"Nanti kita akan lihat untuk kembali melayangkan surat panggilan kepada yang bersangkutan," jelasnya.

Untuk diketahui, dua mantan Gubernur Maluku ini dipanggil untuk diperiksa setelah kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp.1,3 miliar, ini naik status penyidikan. Proyek fiktif itu dikerjakan Yusuf Rumatoras, Direktur PT Nusa Ina Pratama.

Pemeriksaan terhadap dua mantan Gubernur tersebut hanya sebagai saksi dilakukan untuk mengetahui apakah ada kerjasama antara perusahaan milik Yusuf Rumatoras dengan Koperasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, saat itu.

Pembangunan Rumdis Poltek Ambon ini sedianya didirikan dalam kawasan perguruan tinggi pelat merah tersebut. Namun hingga saat ini proyek itu tidak ada. Bahkan, proyek itu seakan-akan didirikan di Kawasan Desa Poka, yang bersamaan sedang dibangunnya perumahan BTN Grand Palace milik Pemrov Maluku. Pembangunan perumahan BTN itu sendiri juga dikerjakan oleh Yusuf Rumatoras dengan perusahaan PT. Nusa Ina Pratama.

Olehnya itu, pemeriksaan dua mantan Gubernur Maluku ini untuk memperkuat proses penyidikan terkait kasus korupsi tersebut.

Foto: Kanit II Subdit Tipikor, Ditreskrimsus Polda Maluku, Kompol Laurens Werluka, SH. MH. (satumalukuID/Istimewa)

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!