Sekilas Info

Dua Oknum Polisi, Empat Warga Sipil Penjual Senpi dan Amunisi di KKB Digiring ke Jaksa

satumalukuID/Husen Toisuta Enam tersangka kasus jual beli senpi dan amunisi di Papua, saat proses tahap 2 di Kejaksaan Negeri Ambon, Selasa (23/4/2021).

satumalukuID- Sebanyak enam orang tersangka, dua diantaranya oknum polisi yang bertugas di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, akhirnya digiring ke Jaksa Penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, Selasa (23/3/2021).

Enam tersangka yang digiring dalam proses Tahap II ini, diduga menjual sejumlah senjata api (senpi) dan ratusan butir amunisi untuk dipakai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) alias OPM di Papua.

"Pada siang hari ini kami terima penyerahan tersangka bersama barang bukti dari Polresta Ambon," kata Kepala Kejari Ambon, Dian Frits Nalle dalam press rilis di Kantor Kejari Ambon, Jalan Rijali, Kota Ambon.

Enam tersangka yang diterima jaksa berinisial SN alias G alias G, HM alias Ichal, RMP alias Nyomat, AT alias Andi, dan dua anggota polisi yakni MRA dan SHP alias Sandro.

"Enam tersangka ini dituduh melakukan kejahatan melanggar Pasal 1 Undang-undang Darurat 1951," terangnya.

Selanjutnya tersangka akan ditahan selama 20 hari oleh Kejari Ambon. Kemudian akan dilimpahkan untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Ambon.

"Kita akan secepatnya melimpahkan berkas mereka ke Pengadilan. Saya tidak mau lama-lama," kata Frits

Menurut Frits, proses tahap II yang dilaksanakan merupakan bentuk dari kerjasama baik antara penyidik dan jaksa penuntut umum dalam penanganan perkara tersebut.

"Kami juga mengucapkan terima kasih karena terjadi suatu sinergitas dengan penuntut umum sehingga hari ini diserahkan tahap 2 atas koordinasi yang selama ini dilakukan," jelasnya.

Frits mengaku, barang bukti yang diserahkan dalam tahap II ini yaitu 5 buah handphone dengan berbagai jenis, ATM dan 3 buah buku tabungan, dan satu sepeda motor Honda Beat dan STNK.

"Berkaitan dengan barang bukti senpi rakitan ini menjadi barang bukti di Bintuni, Papua Barat. Juga ada senjata laras panjang dengan beberapa butir peluru serta senpi revolver, semua di Polres Bintuni. Dokumennya, fotonya sudah ada," kata dia.

Frits mengatakan, setelah penyerahan tersangka, pihaknya akan kembali menitipkan mereka untuk diamankan di rumah tahanan Polresta Ambon.

Sekedar untuk diketahui, selain enam tersangka tersebut, dua lainnya yaitu oknum TNI. Di antaranya Praka MS, anggota Yonif 733/Masariku, dan Praka RL, anggota Lanud Pattimura Ambon. Mereka menjalani proses penyidikan di instansi masing-masing.

Praka MS diketahui pemilik 600 butir amunisi yang diamankan di Bintuni. Sementara Praka RL pemilik pistol revolver yang diberikan kepada MRA, oknum polisi. Pistol itu sendiri milik polisi yang diduga hilang saat terbakarnya gudang senjata Brimob pada konflik kemanusiaan lalu.

Delapan tersangka itu terungkap setelah Polres Bintuni, Polda Papua Barat, mengamankan dua pucuk senjata api dan ratusan butir amunisnya dari tangan WT, warga sipil. Di tangan pria 34 tahun ini, juga ditemukan dokumen surat keterangan bebas Covid-19 dari Kota Ambon.

Dua pucuk senjata api ilegal ini hendak diselundupkan ke Nabire, Papua. Dua benda mematikan itu dibawa dari Kota Ambon. Di antaranya 1 buah pistol revolver, 1 senjata api laras panjang, 600 amunisi kaliber 5,56 mm, 7 amunisi kaliber 3,8 mm dan satu magazine.

Penyelundupan senjata api dan amunisi ini dilakukan melalui jalur laut. Hendak ke Nabire, Papua, melalui Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, WT diamankan pada Rabu (10/2/2021).

Pengiriman senjata api bersama ratusan butir amunisi itu diduga ada hubungannya dengan pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!