Sekilas Info

Dianggap Berbahaya Dinas ESDM Maluku Minta Lokasi Emas di Tamilouw Segera Ditutup

satumalukuID/Istimewa Warga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, tampak sedang mendulang emas di pesisir pantai desa tersebut.

satumalukuID- Kemunculan emas di pesisir pantai Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, dinilai akan berdampak negatif. Pencemaran lingkungan hingga merusak ekosistem laut bakal terjadi di sana.

Bahaya dipastikan kuat terjadi bila pertambangan masih terus berjalan. Sebab, cepat atau lambat, bahan kimia berbahaya akan digunakan seperti merkuri dan sianida.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Fauzan Chatib, mengaku, kemunculan lokasi emas baru di Tamilouw tersebut saat ini menjadi perhatian penting.

"Makanya antisipasi kita itu yang pertama lokasi itu harus ditutup. Kalau kita biarkan maka memungkinkan kepada pihak-pihak lain untuk memasok misalnya merkuri atau sianida dalam penambangan ini," kata Fauzan di kantornya, Jalan Kebun Cengkih, Kota Ambon, Rabu (24/3/2021).

Penutupan lokasi tambang, kata dia, harus secepatnya dilakukan sebelum berdampak luas akibat penggunaan bahan kimia beracun.

"Makanya dari jauh-jauh hari ini sudah harus diantisipasi untuk ditutup. Bahan berbahaya beracun kalau sampai digunakan dengan lebih, dia punya penggunaan tentu saja sangat berbahaya terhadap ekosistem yang ada," harapnya.

Menurutnya, pertambangan emas yang saat ini sedang dilakukan masyarakat Tamilouw, sesuai Undang-undang (UU) dilarang. Ini diatur dalam UU No.3 Tahun 2020 Tentang Mineral dan Batubara, sebagai perubahan atas UU No.4 Tahun 2009.

"Di situ aturan semua jelas. Ada peraturan pemerintahnya terkait dengan ini. Penambangan tanpa ijin ini tentu saja kan dilarang," ujarnya.

Fauzan mengatakan, semua penambangan harus memiliki ijin. Baik itu perijinan pertambangan rakyat, maupun ijin usaha pertambangan.

"Apakah itu ijin pertambangan rakyat atau ijin usaha pertambangan. Itu harus jelas. Kalau tanpa ijin maka itu pelanggaran yang harus ditertibkan oleh instansi yang berkepentingan di situ," pungkasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!