Sekilas Info

Jaksa Tuntut Penjara 15 Tahun untuk Aktor Utama Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unpatti Ambon

Dok.satumalukuID/Husen Toisuta Suasana di depan ruang sidang Pengadilan Negeri Ambon.

satumalukuID- Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, Eko Nugroho, menuntut bersalah Erwin Nakul (EN) alias Erwin, aktor utama dalam kasus pembunuhan Husein Suat, mahasiswa Unpatti Ambon di atas Jembatan Merah Putih (JMP), Kota Ambon, Kamis (11/2/2021) lalu.

Terdakwa berusia 32 tahun itu dituntut dengan hukuman penjara selama 15 tahun, dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Selasa (23/3/2020).

"Menuntut, meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa utama dengan pidana penjara selama 15 tahun, dipotong masa tahanan," ucap Eko dalam amar tuntutannya.

Selain EN yang diketahui menusuk almarhum dengan senjata tajam, jaksa juga menuntut dua rekannya yaitu Bakri Mahu (BM) alias Bakri (terdakwa II) dan Rian Kaimudin (RK) alias Ian (Terdakwa III) dengan pidana penjara selama 14 tahun.

"Sementara untuk kedua rekannya diminta agar majelis menjatuhkan hukuman dengan pidana penjara selama 14 tahun penjara dipotong masa tahanan,” pintanya.

Jaksa menyebutkan ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama atau turut serta melakukan dengan sengaja merampas nyawa orang lain, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menurutnya, hal-hal yang memberatkan yaitu perbuatan para terdakwa sudah meresahkan masyarakat. Perbuatan mereka juga membuat korban meninggal dunia, dan tidak ada perdamaian.

Khusus terdakwa I, diketahui merupakan pelaku utama yang melakukan penikaman namun tidak berterus terang tentang keberadaan senjata penikam dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

"Sedangkan untuk hal yang meringankan, para terdakwa berjanji tidak mengulangi perbuatannya," pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan yang terjadi pada Kamis (11/2/2021) pukul 03.00 WIT itu menjerat enam orang terdakwa. Tiga di antaranya masih di bawah umur. Mereka saat ini sudah menjalani hukuman di Lapas Anak. Terdakwa YN (16) dihukum 4 tahun penjara, sementara MOO (17) dan MK (16) divonis masing-masing 2 tahun 6 bulan kurungan.

Jaksa dalam dakwaannya menyebutkan, kasus pembunuhan itu berawal saat para terdakwa bersama sejumlah saksi duduk di bawah pohon seputaran LIPI, kawasan Kate-Kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon. Mereka tiba-tiba melihat korban bersama rekan-rekannya melintas di depan ruas jalan tongkrongan mereka.

Saat melintas, korban merasa para terdakwa sudah mengeluarkan kata makian. Mereka tidak terima, lalu bersama rekan-rekannya datang menyambangi para terdakwa. Korban sempat menanyakan siapa yang mengeluarkan kata makian.

Disambangi korban, para terdakwa tidak terima. Mereka kemudian mengejar kelompok korban. Sempat terjadi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor.

Saat itu, korban dan saksi Aswinda tertinggal dan terpisah dari rombongannya. Mereka kemudian berhasil ditendang sampai terjatuh dari sepeda motor oleh terdakwa I (EN).

Terjatuh, terdakwa IN alias I selanjutnya langsung menendang dan memukul korban sebanyak kurang lebih 10 kali. Terdakwa I menikam korban mengunakan pisau sebanyak satu kali. Korban ditusuk pada tubuh belakang bagian kiri.

Setelah itu, terdakwa II Bakri Mahu alias Bakri, melakukan pemukulan mengunakan batu di bagian tubuh korban sebanyak dua kali. Sedangkan terdakwa III Rian Kaimudin alias Ian, bersama dua terdakwa lainnya MOO dan MKT, datang bersama-sama memukul korban menggunakan kepalan tangan secara membabi buta.

Akibat perbuatan para terdakwa, korban langsung meninggal dunia berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor: VER/ 20/ KES.15/II/2021 Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, tanggal 11 Februari 2021. Hasil visum menyimpulkan korban mengalami luka-luka memar, dan luka-luka lecet. Ini diakibatkan kekerasan benda tumpul, luka tusuk pada punggung belakang sebelah kiri akibat kekerasan benda tajam.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!