Sekilas Info

Disorot karena Dugaan Penyalahgunaan APBD, Widya Murad Ismail Bicara Kafe Milik PKK di Islamic Center

Foto: FB Warung Katong Kafe milik PKK Provinsi Maluku yang diberinama Warung Katong di Gedung Islamic Center, Ambon.

satumalukuID – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Widya Murad Ismail menjelaskan tentang keberadaan Kafe PKK yang diberinama Warung Katong di Gedung Islamic Center, Waihaong, Kota Ambon.

Menurut Widya, Warung Katong dikelola oleh PKK Provinsi Maluku untuk kepentingan pemberdayaan anggotanya. Namun Widya sama sekali tidak menyinggung tentang kontroversi masalah hukum yang timbul akibat kehadiran warung atau kafe dimaksud.

“Keberadaan Warung Katong ini diawali dengan ide sekitar satu setengah tahun lalu,” ungkap Widya saat tampil di talkshow Frekuensi Ronny yang disiarkan live melalui facebook, Sabtu (20/3/2021).

Dia menjelaskan, area Islamic Center sudah banyak orang tahu karena lantai 2 gedung tersebut seringkali juga dilaksanakan acara.

“Saya lihat di gedung Islamic Center ada satu kantor tapi sudah tidak terawat seperti Gudang begitu, tapi view-nya bagus menghadap teluk. Saya langsung muncul ide untuk buat tempat untuk santai makan, minum makanan khas Ambon sambal menikmati suasana pantai,” ungkap Widya.

Dia kemudian bertanya apakah bisa lokasi ini disewa, karena kebetulan Islamic Center adalah kepunyaan Pemprov Maluku. “Singkat cerita, jadilah Warung Katong yang dimanfaatkan oleh PKK Provinsi Maluku,” timpalnya.

Widya juga mengemukakan pengelolaan Warung Katong sepenuhnya oleh ibu-ibu PKK serta bekerjasama dengan SMK di Ambon untuk tenaga pramusaji.

Baca Juga: Widya Murad Ismail Bantah Rumor akan Maju Jadi Wakil Wali Kota Ambon

Sementara itu, sebagaimana diberitakan sejumlah media di Ambon, penyidik kejaksaan Ting­gi Maluku sudah diperintah­kan menindaklanjuti kontroversi pem­bangunan Warung Katong di Islamic Center yang menggunakan APBD senilai Rp 2,9 miliar.

Sikap kejaksaan ini sebagai respon atas desakan berbagai pihak yang menginginkan agar jaksa dan polisi mengusut duga­an penyalahgunaan ang­gar­an pada proyek Penataan Kawasan dan Rehabilitasi Islamic Center, karena berubah wujud menjadi cafe PKK atau yang diberinama Warung Katong tersebut.

Harian Siwalima Ambon memberitakan Kajati Maluku Rorogo Zega mengatakan, sekalipun belum pernah menerima laporan resmi terkait proyek yang menghabis­kan anggaran hampir Rp 3 Miliar itu, namun dia telah memerintah jajarannya untuk segera melaku­kan telaah, berdasarkan informa­si media.

Yang menarik, setelah terkuak tentang kemungkinan penyalahgunaan anggaran pada proyek Penataan Kawasan dan Rehabilitasi Islamic Center Ambon, Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang, menanggapinya dengan mengatakan proyek yang dikerjakan PT Erloom Anugerah Jaya itu, sudah sesuai peruntukannya.

Penulis: m-15
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!