Sekilas Info

Puluhan Orang Gila Terpapar Covid-19, Perawat RSKD Ambon Sempat Kewalahan

satumalukuID/Husen Toisuta Kegiatan perkenalan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi Maluku di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Karang Panjang, Kota Ambon, Kamis (18/3/2021).

satumalukuID- Siapa bilang orang gila kebal terhadap serangan penyakit, khususnya virus Covid-19. Di Ambon, tercatat sudah puluhan orang dengan gangguan kejiwaan, terpapar korona. Mereka dirawat di Rumah Sakit Kejiwaan Daerah (RSKD) Ambon.

Puluhan orang gila tertular Covid, ini disampaikan Kepala Tata Usaha RSKD Ambon, Ratna Nasir, saat berlangsungnya kegiatan perkenalan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi Maluku, di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kota Ambon, Kamis (18/3/2021).

Ratna mengaku, pihaknya sempat kewalahan menangani pasien Covid-19 dengan gangguan kejiwaan. Hal ini disebabkan kondisi gaduh gelisah yang dialami para orang gila tersebut.

"Saat itu dengan dia (orang gila) punya kondisi gaduh gelisah, maka untuk dirujuk di fasilitas kesehatan yang lain itu susah," ungkapnya.

Menghadapi kondisi gundah gelisah para pasien Covid dengan gangguan kejiwaan, kata Ratna, tidak membuat pihaknya putusa asa dan lepas tangan.

Segala upaya perawatan dengan menerapkan prosedur tetap penanganan Covid-19, terus dilakukan. Salah satunya menyiapkan ruangan khusus di RSKD Ambon milik Pemerintah Provinsi Maluku ini.

"Otomatis katong harus mempersiapkan diri untuk melayani dong (mereka orang gila). Kita buka ruangan sendiri, dan berupaya memfasilitasi penanganan pasien Covid jiwa," jelasnya.

Selain membuka ruangan khusus penanganan Covid jiwa di RSKD Ambon, Ratna juga mengaku pihaknya memperbaiki berbagai sirkulasi pada ruangan perawatan yang disediakan.

"Mereka ini tertular Covid mungkin seperti pasien Covid yang lain. Mereka tidak kontak dengan pengunjung, karena mereka ini dari luar juga," ungkapnya.

Para pasien dengan gangguan kejiwaan diketahui tertular Covid-19 setelah dilakukan screening saat akan dirawat di RSKD.

"Saat masuk dilakukan rapid antigen. Kalau reaktif langsung dia (orang gila) di bawah ke zona merah, tempat perawatan pasien Covid-19. Kalau non reaktif di bawah ke ruang akut," jelasnya.

Ratna mengungkapkan, selama pandemi tercatat hampir 50 orang gila yang tertular Covid-19. Namun hingga saat ini, semuanya sudah dinyatakan sembuh.

"Jumlah pasien Covid jiwa kurang dari 50 orang. Kalau untuk terakhir Desember (2020) tersisa 8 orang. Semuanya sudah sembuh," tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meykal Pontoh, mengaku, dengan terpaparnya puluhan orang gila terpapar Covid, maka kabar mereka kebal Covid tidaklah benar.
"Jadi kalau orang bilang kalau orang gila itu tidak bisa kenal Covid, maka itu hoax," tekannya.

Untuk diketahui, Fasilitas Kesehatan milik Pemerintah Provinsi Maluku diantaranya RSUD dr. M. Haulussy Ambon, RSUD dr. Ishak Umarella Tulehu, RSKD Ambon, Laboratorium Kesehatan Maluku, Balai Kesehatan Paru dan Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Maluku.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!