Sekilas Info

Persatuan Perawat Soroti Tindak Kekerasan Keluarga Pasien Covid-19, Termasuk di RSUD Haulussy Ambon

Foto: ANTARA/FB Anggoro/wsj Ilustrasi - Sejumlah perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri di Instalasi Gawat Darurat khusus penanganan Covid-19 .

satumalukuID - Persatuan Perawat Nasional Indonesia menyoroti sejumlah tindakan kekerasan yang menimpa para perawat saat bertugas di masa pandemi Covid-19. Salah satu yang disoroti adalah kejadian pemukulan perawat RSUD Dr Haulussy Ambon, beberapa waktu lalu, oleh keluarga pasien Covid-19.

"Misalnya perawat dipukul pasien di Ambon, Samarinda, Cianjur, Semarang, karena ini tindak pidana sehingga dilaporkan ke polisi," ujar Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah dalam gelar wicara “Hari Perawat Nasional: Perawat Tangguh, Indonesia Bebas Covid-19” di Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Seperti diketahui, kasus pengeroyokan dan pemukulan Jumima Orno, seorang perawat RSUD dr. M. Haulussy terjadi pada 26 Juni 2020 oleh keluarga pasien Covid-19 almarhum Hasan Keiya. Kasus tersebut kemudian berlanjut ke pengadilan dengan menghadirkan tiga terdakwa pelaku penganiayaan yakni Muhammad Sahal Keiya alias Andi (33), Sitti Nur Keiya (25), dan Ida Laila Keiya (25).

Harif mengatakan para perawat telah berupaya sebaik mungkin memberikan informasi ke pasien, sebagaimana prinsip asuhan keperawatan.

"Perawat berupaya sebaik mungkin memberikan informasi ke pasien, cuma barangkali kondisinya dari sisi perawat dan pasien belum pas, penerimaan jadi tidak baik. Tapi walau begitu janganlah lakukan kekerasan fisik," ujar dia.

Harif mengungkap tidak mudah bagi perawat untuk bertugas di kala pandemi Covid-19. Namun dirinya harus optimis, meningat perawat sama dengan tenaga kesehatan lainnya yang mementingkan kepentingan orang lain, melakukan sumpah pengabdian, dan menghadapi apapun kesulitannya.

"Saya percaya perawat masih tetap semangat, tangguh fisik, kompetensi, mental dan spritual dan sense of humoris dan self-efikasi tinggi," ujar dia.

Harapannya di hari ulang tahun PPNI ke-47 perawat Indonesia menjadi tangguh dengan mempersiapkan diri kapan pun dibutuhkan, sehingga masyarakat bisa kembali sehat.

Baca Juga

error: Content is protected !!